SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga
Foto:
Pelalawan— Penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar di SPBU 14.284.633 Kerinci, Kabupaten Pelalawan, menjadi sorotan setelah muncul pertanyaan dari masyarakat terkait kesesuaian distribusi bahan bakar bersubsidi tersebut dengan aturan yang berlaku.
Sejumlah warga meminta adanya transparansi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap mekanisme penyaluran Bio Solar, mengingat BBM subsidi merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dan sektor usaha tertentu yang telah memenuhi persyaratan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan kriteria penerima BBM subsidi melalui berbagai regulasi. Bio Solar hanya dapat digunakan oleh kendaraan dan sektor tertentu, seperti angkutan umum, kendaraan angkutan barang sesuai klasifikasi yang ditetapkan, sektor usaha tertentu, serta kendaraan yang telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat.
Di sisi lain, kendaraan dinas pemerintah tidak termasuk kategori penerima BBM subsidi. Penggunaan BBM subsidi juga dibatasi berdasarkan jenis kendaraan dan kuota yang telah ditentukan.
Munculnya perhatian publik terhadap aktivitas pengisian BBM di SPBU Kerinci mendorong sejumlah pihak meminta dilakukan pengecekan terhadap data transaksi penjualan, rekaman CCTV, identitas kendaraan yang melakukan pengisian, hingga validasi penggunaan QR Code Subsidi Tepat apabila diperlukan.
“Jika subsidi memang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, maka proses distribusinya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan perlu dilakukan agar tujuan program subsidi benar-benar tercapai,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, pengawasan distribusi BBM subsidi tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menyangkut penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk membantu masyarakat melalui subsidi energi.
Karena itu, masyarakat berharap apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM subsidi, pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga kini, publik masih menunggu adanya klarifikasi resmi maupun langkah pengawasan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait distribusi Bio Solar subsidi di SPBU Kerinci. Masyarakat berharap program subsidi energi tetap tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh pihak yang berhak menerimanya. (lelek)