MENU TUTUP

Terkait Video Viral di TikTok, Ini Versi Wartawan Ungkap Kronologi Sebenarnya

Ahad, 26 Januari 2025 | 21:50:43 WIB
Terkait Video Viral di TikTok, Ini Versi Wartawan Ungkap Kronologi Sebenarnya

PELALAWAN – Video viral di TikTok yang melibatkan sejumlah oknum wartawan dan anggota LSM dengan pengendara mobil pick-up hitam bertenda warna-warni menuai perhatian publik. Salah satu oknum wartawan berinisial SN, mewakili rekan-rekannya, mengungkapkan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Menurut penuturan SN, insiden bermula pada Senin (20/1/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika ia bersama lima rekannya tengah melakukan perjalanan dari Pangkalan Kerinci menuju Sorek dengan menggunakan dua kendaraan, yakni mobil Avanza dan Kijang, secara beriringan.

Setibanya di sekitar Kilometer 83 Desa Kemang, mobil pick-up tersebut melaju di depan mereka. SN mengaku mobil pick-up tidak memberikan jalan meskipun telah diberi isyarat klakson dan lampu. "Kami curiga dengan muatan mobil tersebut, jangan-jangan membawa barang ilegal seperti minyak bersubsidi. Karena itu, kami memutuskan untuk bertanya kepada pengemudi pick-up mengenai muatan yang dibawa," ujar SN.

Setelah sampai di SPBU Palas, mobil mereka berhasil sejajar dengan mobil pick-up. Salah seorang rekan SN, AB, mencoba bertanya kepada pengemudi terkait muatan yang dibawa. Namun, setibanya di SPBU, pengemudi pick-up langsung turun dari kendaraan sambil merekam video dan mempertanyakan maksud tindakan mereka.

SN mengungkapkan bahwa saat itu terjadi salah paham, terutama karena pengemudi pick-up terus merekam dan menuding mereka melakukan pemaksaan. "Kami hanya ingin bertanya baik-baik. Bahkan, kami memperkenalkan diri sebagai wartawan dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Tapi, pengemudi pick-up terus merekam tanpa memberi waktu untuk berdialog secara baik-baik," jelas SN.

SN juga menepis tudingan bahwa mereka melakukan tindakan premanisme atau pungli seperti yang tersirat dalam video viral tersebut. "Kami tidak meminta uang, tidak melakukan kekerasan, dan tidak merampok. Kami hanya ingin memastikan muatan pick-up tersebut tidak ilegal," tambahnya.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @chikachika570 diberi caption provokatif: "Hati-hati di lintas timur, sudah banyak sok preman dan pungli, macam jagoan aja." Dalam waktu singkat, video tersebut menjadi viral dan menimbulkan berbagai spekulasi publik.

Beberapa hari setelah kejadian, pengemudi pick-up diketahui telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Pelalawan. Akibatnya, sejumlah oknum wartawan dan anggota LSM yang terlibat dalam kejadian dipanggil untuk dimintai keterangan pada Senin, 27 Januari 2025.

Menanggapi panggilan tersebut, SN menyatakan mereka akan bersikap kooperatif dan hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kami yakin tidak melakukan pelanggaran hukum. Semoga semuanya dapat diselesaikan dengan baik," tutupnya.

(**)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan