MENU TUTUP

Cacar Monyet Belum Ditemukan di Pekanbaru, Diskes: Waspadai Gejala!

Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:58:03 WIB
Cacar Monyet Belum Ditemukan di Pekanbaru, Diskes: Waspadai Gejala!

GENTAONLINE.COM - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus cacar monyet di Pekanbaru. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai penyebarannya.  

"Sampai saat ini belum kita temukan kasus cacar monyet di Pekanbaru," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy, Jumat (26/8/2022).

Ia mengatakan bahwa seluruh Puskesmas diminta untuk waspada bila mendapati gejala yang mirip pasien cacar monyet. Mereka harus segera melaporkan ke Dinas Kesehatan bila mendapati pasien terindikasi cacar monyet.

"Kita menanti arahan Kementrian Kesehatan terkait langkah antisipasi virus ini," cakapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa masyarakat bisa mewaspadai sejumlah gejala virus cacar monyet. Gejala tersebut diantaranya muncul ruam di muka, tangan, genital, hingga kaki.

Mereka yang mengalami ruam di bagian tangan mesti mewaspadai penularan cacar monyet. Apalagi saat pasien juga mengalami demam serta pembesaran kelenjar getah bening.

"Ruam itu sekujur tubuh, biasanya diikuti demam. Ada juga pembengkakan kelenjar getah bening," jelasnya.

Penularan cacar monyet akibat virus ini harus diwaspadai karena belum ada obat maupun terapi spesifiknya. Masyarakat bisa mengantisipasi penularan dari udara dengan mengenakan masker. Virus bisa menular lewat udara dari pasien yang mengidap cacar monyet.

"Mereka bisa hindari kontak fisik serta membersihkan area yang bakal disentuh. Cuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui saat ini penyakit cacar monyet sudah ditemukan di Indonesia. Wabah yang awal mula teridentifikasi di benua Afrika itu telah menyerang seorang pria asal Jakarta berusia 27 tahun yang memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis, yang artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Mulanya, cacar monyet merupakan penyakit endemik di daerah hutan hujan tropis di Afrika tengah dan barat.

Namun, cacar monyet kini tak lagi menjadi penyakit endemik di kawasan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, cacar monyet menyebar dengan cepat di lebih dari hampir 100 negara di dunia.

WHO juga telah menetapkan cacar monyet sebagai keadaan darurat global. Dengan ditetapkannya cacar monyet sebagai keadaan darurat, ini artinya WHO sekarang memandang wabah itu sebagai ancaman yang cukup signifikan bagi kesehatan global.(ckc)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat