MENU TUTUP

Rangga Diberhentikan oleh Hotman Silalahi, Keputusan Ternyata Langgar Hukum dan UU Tenaga Kerja

Jumat, 28 Februari 2025 | 21:56:02 WIB
Rangga Diberhentikan oleh Hotman Silalahi, Keputusan Ternyata Langgar Hukum dan UU Tenaga Kerja Rangga Korban PHK Sepihak Oleh Hotman Silalahi

Kampar – Keputusan mendadak yang diambil oleh Hotman Silalahi untuk memberhentikan Rangga, seorang tukang panen yang selama ini menjadi andalan di kebun, kini mencuat sebagai isu serius. Keputusan tersebut tidak hanya mengejutkan rekan-rekan kerja, namun juga diduga melanggar ketentuan hukum dan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang melindungi hak-hak pekerja.

Dalam situasi yang semakin memanas, sejumlah pihak menilai bahwa pemberhentian Rangga dilakukan tanpa dasar yang jelas dan prosedur yang semestinya. Banyak pekerja di lapangan merasa terancam, mengingat keputusan tersebut dapat menjadi preseden buruk yang merusak jaminan hak-hak mereka. Seorang rekan kerja mengungkapkan keprihatinannya dengan berkata,

 "Kalau gak kerja, makan apa kami, bg?" kata rangga.

Komentar tersebut menggambarkan keresahan yang meluas di kalangan pekerja yang kini harus menghadapi ketidakpastian atas keberlangsungan penghasilan mereka. 

Pemberhentian sepihak ini diduga telah melanggar prinsip-prinsip dasar perlindungan tenaga kerja, di mana setiap pemutusan hubungan kerja seharusnya disertai dengan alasan yang sah dan prosedur.

Dugaan Tindakan Kejam dan Mafia Tanah: Hotman Silalahi Disorot

Dalam perkembangan berita terbaru yang memicu kegemparan, muncul tuduhan yang menyebutkan bahwa Hotman Silalahi, figur yang kerap kontroversial di kancah hukum dan bisnis, dikenal kejam terhadap anggota serta diduga terlibat dalam praktik mafia tanah di kawasan hutan Koto Garo.

Menurut beberapa sumber yang beredar, tuduhan tersebut mencuat dari keterangan sejumlah saksi yang mengklaim bahwa tindakan kejam yang dilakukan oleh Hotman Silalahi telah berdampak negatif pada anggota dan lingkungan sekitarnya. Para saksi menyatakan,

"Tindakan tersebut benar-benar merugikan, dan kami menuntut keadilan agar hak-hak kami sebagai pekerja dan masyarakat dilindungi."

Selain itu, dugaan keterlibatan dalam praktik mafia tanah di kawasan hutan Koto Garo juga mulai mencuat. Tuduhan ini menyatakan bahwa Hotman Silalahi diduga memanfaatkan kekuasaannya untuk menguasai dan mengelola lahan secara ilegal, yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat setempat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi maupun konfirmasi dari pihak Hotman Silalahi maupun aparat penegak hukum terkait tuduhan ini. Pihak berwenang dipanggil untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap kebenaran di balik dugaan pelanggaran tersebut, termasuk potensi pelanggaran terhadap UU Tenaga Kerja dan peraturan pengelolaan sumber daya alam.

Para pengamat hukum dan aktivis lingkungan menekankan pentingnya transparansi dan penegakan hukum yang tegas. Mereka menyatakan bahwa jika dugaan tersebut terbukti benar, hal itu tidak hanya akan mencoreng nama baik pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan tata kelola sumber daya alam di Indonesia.

Kami akan terus memantau perkembangan berita ini dan memberikan update lebih lanjut seiring dengan keluarnya informasi resmi. (tim)

 

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat