MENU TUTUP

Diduga Selewengkan Dana Bimtek, Oknum Aparat Desa Dijemput Paksa Kejari Rohul

Jumat, 06 Juli 2018 | 01:15:17 WIB
Diduga Selewengkan Dana Bimtek, Oknum Aparat Desa Dijemput Paksa Kejari Rohul

GENTAONLINE.COM-Kejaksaan Negeri Rokan Hulu dan Pekanbaru menjemput paksa Faisal Umar, tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana Bimbingan Teknis dan Pelatihan bagi aparat desa di Rokan Hulu, senilai Rp2,4 miliar.

Dikutip antarariau.com, Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady di Pekanbaru, Kamis (5/7) membenarkan penangkapan Faisal yang juga merupakan kuasa Direktur Lembaga Kajian Keuangan dan Kebijakan Pemerintah (LK3P) tersebut.

"Kasi Intel dan Pidsus Kejari Rokan Hulu langsung menjemput yang bersangkutan," ungkapnya.

Dia mengatakan, tersangka dijemput paksa di kediamannya di Kalau Sari, Kelurahan Tangkerang Timur, Pekanbaru, Rabu (4/7) malam tadi.

Menurut dia, penjemputan paksa itu dilakukan setelah Kejari Rokan Hulu terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihaknya selama beberapa waktu lalu, mengingat keberadaan tersangka di wilayah hukum Kota Pekanbaru.

Lebih jauh, ia menuturkan pihak Kejaksaan terpaksa harus menghadapi keluarga tersangka dan terlibat perdebatan alot untuk menggelandang tersangka.

"Ada perlawanan keluarganya. Dilakukan negoisasi di situ, akhirnya dia bersedia diperiksa hari ini di Pekanbaru," tuturnya.

Ia menuturkan, penjemputan paksa dilakukan karena Faisal telah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rohul. Padahal, pemanggilan itu diperlukan untuk proses pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara.

"Dia kan dipanggil-panggil, tapi tidak hadir. Sampai tiga kali. Tapi keluarganya ngelak kalau pernah menerima panggilan. Jadi dipanggil paksa untuk diperiksa," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Rohul, Herlambang, saat ditemui irit bicara terkait penjemputan paksa terhadap Faisal. Dia hanya mengatakan bahwa perkara itu masih dalam penyidikan pihaknya.

Untuk diketahui, perkara ini juga menjerat Arie Kurnia Arnold, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa dan Kelurahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Rohul. Dia telah dihadapkan ke persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arnold sempat dituntut pidana selama 6 tahun. Namun, majelis hakim menjatuhkan divonis bebas pada persidangan yang digelar pada medio September 2017 lalu.

Dalam dakwaan JPU dinyatakan, perbuatan Arie dilakukannya bersama Faisal Umar pada Mei 2015 silam. Berawal ketika itu, Faisal selaku kuasa direktur Lembaga Kajian Keuangan dan Kebijakan Pemerintah (LK3P) mengadakan Bimtek dan Pelatihan bagi aparat pemerintah desa di Yogyakarta dan Batam.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala BPMPD Rohul, kemudian dianggarkan dana dalam Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 sebesar Rp2,4 miliar untuk pengiriman peserta Bimtek dan Pelatihan yang ditaja LK3P tersebut. Rinciannya, peserta Bimtek di Yogyakarta sebanyak 140 orang dan ke Batam 100 orang.

Namun kenyataannya, kendati telah dianggarkan, para terdakwa kembali meminta kepada aparat pemerintah desa dana untuk pelatihan tersebut. Mereka meminta dana sebesar Rp1,4 juta setiap peserta. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara sebesar Rp227 juta. (*)
 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan