MENU TUTUP

Tak Setuju Dengan Larangan Poligami, Caleg PSI di Bone Berniat Mundur

Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:50:53 WIB
Tak Setuju Dengan Larangan Poligami, Caleg PSI di Bone Berniat Mundur

GENTAONLINE.COM-Caleg DPRD Bone Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nadir Amir, berencana mundur dari pencalonannya. Nadir keberatan dengan aturan larangan poligami, seperti yang disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie saat pidato politik bertemakan "Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia" di Festival 11 PSI, di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (11/12) lalu.

Nadir mengaku tidak setuju dengan pernyataan ketua umumnya karena di lingkungan keluarganya ada yang berpoligami, seperti ayahnya dan beberapa keluarga lainnya berpoligami. Nadir mengaku baru mengetahui larangan berpoligami atau mendukung poligami dari pidato Grace Natalie.

"Larangan poligami bertentangan dengan keyakinan saya dan lingkungan-lingkungan saya," kata Nadir.

Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan, Fadly Noor mengaku pihaknya belum mendapat penyampaian resmi dari Nadir tentang rencana mundur dari pencalegannya. "Kami mengetahui rencana mundurnya dari media sosial, pengurus PSI Bone sendiri belum mengetahui karena belum menerima surat pengunduran diri dari yang bersangkutan," ujar Fadly.

Ketua DPD PSI Bone, Denis mengaku sudah berupaya menghubungi Nadir untuk mengonfirmasi pernyataan mundurnya. Namun menurut Denis, Nadir sama sekali belum memberi respon. Karena belum menerima surat pengunduran diri, pihak DPD PSI Bone belum mengambil sikap resmi untuk mencoret nama Nadir dari daftar caleg.

Fadli menuturkan, sebelum rekrutmen Caleg PSI sudah ditegaskan pada para caleg larangan berpoligami atau mendukung poligami. Ada pun pidato Ketua Umum Grace Natalie adalah penegasan kembali tentang prinsip keadilan bagi kaum perempuan yang diusung PSI.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan partainya tidak akan menahan kadernya yang mengancam mengundurkan diri karena tidak mendukung program PSI yang akan memperjuangkan UU anti poligami.

Grace menuturkan, PSI memiliki komitmen untuk memperjuangan keadilan untuk perempuan, dalam hal ini menyuarakan UU antipoligami. "Kami (PSI) tidak akan menahan. Ini sudah menjadi kebijakan partai dan komitmen kami memperjuangkan keadilan untuk perempuan," ujar Grace, Jumat (14/12) malam.

Pernyataan Grace menyusul Caleg PSI yang juga Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Nadir Amir yang mengancam akan mundur. Amir tak menyetujui program DPP PSI yang bakal memperjuangkan undang-undang anti poligami.

Lebih lanjut, mantan Presenter berita itu menuturkan PSI akan melakukan verifikasi ideologis. Adapun jika tak sependapat dengan komitmen PSI, Grace tak melarang untuk kader yang akan mengundurkan diri. "Verifikasi ideologis. Yang tidak setuju, dan ingin keluar, kami tidak akan menahan," kata dia.

"(Itu) seleksi alam namanya," sambungnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar