MENU TUTUP

Mobil Operasional Dinas Dimodifikasi, ini Tanggapan BPKAD Pekanbaru

Jumat, 04 Januari 2019 | 14:13:54 WIB
Mobil Operasional Dinas Dimodifikasi, ini Tanggapan BPKAD Pekanbaru

GENTAONLINE.COM-Meski menyayangkan adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang merubah plat kendaraan bermotor dari merah ke hitam, namun Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru menyerahkan semua pertanggungjawabannya ke masing-masing pengguna Barang Milik Daerah (BMD).

“Masing-masing OPD kan ada pengguna BMD-nya. Jadi soal pergantian plat nomor itu tentu kita serahkan kepada masing-masing pengguna barang,” kata Plt Kepala BPKAD Kota Pekanbaru, Syoffaizal.

Menurutnya, sanksi terhadap OPD yang mengganti plat nomor tersebut, selain pengguna BMD tentu menjadi ranah pihak kepolisian. “Soal sanksi tentu Polantas yang memberikan, seperti melakukan tilang,” cakapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang BPKAD Kota Pekanbaru, Defino Efka, menyebutkan jika benar mobil toyota pickup bernomor BM 8758 AP yang berada di Satpol PP Kota Pekanbaru berganti peruntukan dan plat nomornya, jelas-jelas sudah menyalahi aturan. “Kalau mobil operasional diganti menjadi mobil pribadi tentu sudah menyalahi aturan. Apalagi sampai mengganti plat nomor menjadi hitam, itu tentu makin jauh salahnya. Selain tentunya menyalahi etika,” katanya.

Defino menambahkan, sesuai aturan yang benar, kendaraan dinas dan operasional harus digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). “Kalau memang mobil operasional tentu disesuaikan dengan di lapangan. Kalau merubah plat nomor tentu sudah menyalahi etika,” pungkasnya.

Defino menambahkan, sesuai aturan, kendaraan dinas dan operasional harus digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) baik di lapangan dan administrasi .

“Kalau memang lapangan, ya ditentukan sesuai lapangan. Kalau merubah bentuknya seperti mengganti knalpot, trus digunakan untuk kepentingan pribadi ya makin jauh salahnya. Apalagi knalpot diganti racing, ini kan sudah salah etikanya. Gimana dilihat masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran