MENU TUTUP

Soal Natuna Prabowo Sebut Cool Aja, Pengamat: China Telah Lakukan Pelanggaran

Sabtu, 04 Januari 2020 | 11:30:54 WIB
Soal Natuna Prabowo Sebut Cool Aja, Pengamat: China Telah Lakukan Pelanggaran

GENTAONLINE.COM - Pemerintah China kembali membuat ulah. Kapal China yang menerobos perairan Indonesia kemudian mengklaim sebagai miliknya, telah menyinggung perasaan Indonesia.

Pemerintah menilai apa yang dilakukan China adalah pelanggaran. Namun, China sendiri merupakan negara yang sedang giat-giatnya melakukan investasi ke Indonesia.

Dengan kondisi yang memanas ini, akankah berdampak terhadap hubungan kerja sama dan investasi China di Indonesia?

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mengeluarkan pendapatnya bahwa tidak ada yang terganggu terkait investasi dari China.

Ia meminta semua orang harus tenang. "Kita cool (tenang) saja. Kita santai kok ya," kata Prabowo di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Jumat (3/1), usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Prabowo menyatakan pihaknya sedang mengusahakan semua masalah di Natuna bisa selesai dengan baik. Dengan catatan damai tentunya.

Pasalnya menurut Prabowo, China merupakan salah satu sahabat Indonesia. Dirjen Hukum dan Perjanjian International Kementerian Luar Negeri, Damos Agusman mengatakan ekonomi tidak akan terganggu.

“China ribut sama AS, Vietnam, Filipina, ekonomi tetap jalan terus,” ujarnya, saat dihubungi , Sabtu (4/1).

Damos meyakini ekonomi dan investasi dari China akan tetap berjalan. Sehingga ia juga mengimbau agar tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

Namun begitu, Damos menilai bahwa pemerintah China telah melakukan dua pelanggaran. Pemerintah China telah melakukan pelanggaran yang cukup fatal.

Pertama, pelanggaran ZEE, yakni hak kedaulatan RI. Kedua adalah pelanggaran kedaulatan hukum.

Menurutnya, pemerintah tengah melakukan penegakan hukum di wilayah yuridiksinya, tetapi kapal China malah menerobos hukum tersebut.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat