MENU TUTUP

Pengamat: Kubu Moeldoko Ingin Takut-takuti Demokrat dan PDIP

Sabtu, 27 Maret 2021 | 10:28:46 WIB
Pengamat: Kubu Moeldoko Ingin Takut-takuti Demokrat dan PDIP

GENTAONLINE.COM - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai pernyataan Demokrat kubu Moeldoko yang kembali menyinggung kasus Hambalang sekadar untuk menakut-nakuti. Tidak hanya terhadap Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetapi juga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

"Hanya untuk nakut-nakuti kubu AHY dan PDIP. Hampir sama dengan pencabutan laporan Marzuki Ali Cs ke Pengadilan. Cuma nakut-nakuti, karena kalau soal korupsi, kubu Moeldoko juga banyak yang bermasalah," kata Ujang dalam keterangan tertulis, Jumat (26/3).

Ujang menduga salah satu alasan menyasar PDIP karena ada kader PDIP yang diduga menerima uang korupsi Hambalang, tetapi masih bebas berkeliaran. 

"Mungkin kubu Moeldoko marah kepada PDIP yang menterinya dalam hal ini Yasona belum mengesahkan Demokrat hasil KLB Deli Serdang," kata Ujang. 

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat versi KLB, Max Sopacua mengungkap alasan kubunya menggelar jumpa pers di lokasi proyek Wisma Atlet Hambalang, yaitu untuk mengingat kembali masa lalu. "Mengapa Demokrat KLB ini di Hambalang. Tempat inilah, proyek inilah yang menjadi salah satu bagian yang merontokkan elektabilitas Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi," ujar Max saat jumpa pers. 

Menurutnya, sejak diusutnya kasus korupsi megaproyek senilai Rp 2,5 triliun itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), elektabilitas Partai Demokrat terus turun karena menyeret para petinggi PD. "Hambalang bagian dari sejarah yang menentukan yang menyebabkan Demokrat turun mulai 20,4 persen menjadi 10,2 persen dan 7,3 persen. Itu berturut-turut. Saya adalah pelaku sejarah," katanya. 

Ia menuding, masih ada beberapa oknum kader Partai Demokrat yang turut menikmati hasil korupsi Wisma Atlet, tapi hingga kini belum diproses hukum. "Sebagian besar kawan kami yang terlibat sudah menderita, sudah dimasukkan ke tempat yang harus dimasukkan karena kesalahannya, tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang juga menikmati hasil dari pembangunan ini, sampai hari ini belum. Mudah-mudahan segera ya," ujarnya.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan