MENU TUTUP

Pengamat: Peluang PAN Merapat ke Jokowi Cukup Besar

Rabu, 12 Februari 2020 | 11:28:38 WIB
Pengamat: Peluang PAN Merapat ke Jokowi Cukup Besar

GENTAONLINE.COM - Pengamat politik dari Lembaga Indo Barometer, M Qodari mengatakan peluang Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin cukup besar, setelah Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali terpilih sebagai ketua umum.

Bahkan, menurutnya bukan tidak mungkin ada kader PAN yang masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. "Menurut saya cukup besar kemungkinan bahwa Pak Zulkifli Hasan akan membawa PAN untuk lebih dekat dengan Pemerintah," ujar Qodari saat dihubungi wartawan, Rabu (12/2).

Bahkan, Qodari memprediksi, pada saatnya nanti, merapatnya PAN akan ditandai dengan masuknya perwakilan kader PAN dalam kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf. Qodari menerangkan, ada beberapa alasan yang membuat PAN di bawah Zulhas (Zulkifli Hasan) kembali merapat dengan Pemerintahan Jokowi.

Sebab, Zulhas, sebelumnya telah membawa PAN merapat dalam koalisi Pemerintah Jokowi-JK, meski akhirnya tidak berlanjut dalam Pilpres 2019 lalu. Qodari menilai, ini karena sikap politik berbeda dengan tokoh senior PAN Amien Rais yang mendukung Prabowo Subianto

"Pak Zulhas sebelum Pilpres 2019 lebih cenderung mendukung dan dekat Pak Jokowi ketimbang dengan Pak Prabowo, tetapi karena Pak Amien Rais mendukung Pak Prabowo dan Zulhas tidak mau berkonflik dengan Pak Amien Rais, maka Zulhas dukung Prabowo-Sandi," ujar Qodari.

Selain itu, Direktur Eksekutif IndoBarometer itu juga menilai masuknya Hatta Rajasa sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN juga membuka peluang PAN dekat ke Pemerintahan.

Sebab, Hatta, kata Qodari juga memiliki kecenderungan pribadi dan komunikasi yang baik dengan Jokowi. Menurutnya, posisi Hatta Rajasa ini berpengaruh pada sikap politik PAN karena selama ini Amien Rais yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PAN kerap berbeda pandangan dengan Zulhas.

"Kadang kadang ketua umum punya sikap A tapi Ketua MPP punya sikap lain, tapi per hari ini saya melihat dengan turunnya Pak Amien Rais dan naik Pak Hatta Rajasa maka kecenderungan kepada Pak Jokowi itu menjadi lebih terbuka," katanya.

"Karena seperti halnya Pak Zulhas, sebetulnya pada 2014 Pak Hatta punya kecendrungan bahkan hampir berpasangan dengan Pak Jokowi sebagai Wapres Pak jokowi tapi karena faktor politik eksternal akhirnya batal," katanya.

Kongres PAN menghasilkan Zulhas terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025. Wakil Ketua MPR itu berhasil mendapatkan 331 suara dalam Kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara yang sempat diwarnai kericuhan. Ia berhasil mengalahkan pesaing utamanya, yakni Mulfachri Harahap yang berada di posisi kedua dengan perolehan 225 suara.

Sedangkan Drajad Wibowo harus puas di peringkat ketiga, setelah hanya meraup enam suara. Tiga suara dinyatakan tidak sah. Dari total 590 pemilih, hanya 565 yang menggunakan hak suaranya dalam Kongres V PAN. Adapun 25 pemilik suara tak memilih, karena 22 di antaranya yakni DPD yang kepengurusannya bermasalah dibekukan oleh Steering Comittee (SC). Sementara tiga lainnya, diketahui tak ikut mencoblos.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar