MENU TUTUP

Demokrat Nilai Kartu Prakerja Rawan Penyalahgunaan

Kamis, 30 April 2020 | 10:07:48 WIB
Demokrat Nilai Kartu Prakerja Rawan Penyalahgunaan ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM -- Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Hinca Panjaitan, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi pelaksanaan program Kartu Prakerja. Ia melihat program tersebut rawan disalahgunakan oleh pihak tertentu.

"Sampai saat ini belum ada laporan tentang dugaan tipikor program tersebut karena sampai sejauh ini belum terealisasi pelunasan anggaran. Tapi semua sudah bicara, misalnya, Indef sudah bicara berpotensi meraup keuntungan Rp 3,7 triliun," ujar Hinca, Rabu (30/4).

Untuk itu, KPK perlu mengawasi secara detail pelaksanaan program ini di tengah pandemi virus Covid-19 atau corona. Ia tak ingin ada penyelewengan anggaran Rp 5,7 triliun untuk Kartu Prakerja.

"BPK sudah kasih tahu ini untungnya 20 persen, berarti kira-kira Rp 1,12 triliun untungnya. Kalau untungnya segitu besar, saya kira KPK konsen mengawasi ini sebab ini betul-betul menjadi rawan," ujar Hinca.

Penyalahgunaan anggaran disebutnya dapat terjadi dalam program ini karena proses kerjasama antara pemerintah dengan penyedia jasa pelatihan online, tidak dilakukan seleksi terbuka.

"Kemarin KSP mengumumkan delapan mitra kerja dalam program itu tidak pakai tender, kan tidak ada urusannya bagi-bagi alat kesehatan kenapa tanpa tender. Jadi tidak bisa menurut kita," ujar mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu.

Diketahui, total peserta yang telah mendaftar program Kartu Prakerja hingga Selasa (28/4) sebanyak 8,6 juta orang. Dengan 168.111 orang diterima pada gelombang sebelumnya.

Saat ini telah ada dua ribu jenis pelatihan yang disediakan oleh 233 lembaga pelatihan di delapan platform digital mitra resmi yakni BukaLapak, MauBelajarApa, Pintaria, Ruangguru, Sekolahmu, Tokopedia, Pijar Mahir, dan Sisnaker. (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar