MENU TUTUP

Pemprov Riau Persiapkan Skenario New Normal

Jumat, 22 Mei 2020 | 11:35:52 WIB
Pemprov Riau Persiapkan Skenario New Normal

GENTAONLINE.COM - Sekretatis gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau Syahrial Abdi mengatakan sedang mempersiapkan skenario menghadai normal baru sebagai kebiasaan baru kedepannnya. 

"Sudah ada rapat. Bagaimana mempersiapkan new normal. Atau bagaimana kita mempersiapkan sebuah kebiasaan baru. Sebagai kehidupan normal. Untuk semua sektor di masa mendatang," katanya, Rabu 20 Mei dalam prescon.

Sambung dia, terutama nanti dibidang pendidikan, ekonomi. Dan juga sudah dibahas bagaimana nanti jika pandemi Covid-19 ini sudah mulai menurun. Dan mengharuskan aktivas belajar sudah bisa dimulai. 

"Ada kaidah-kaidah protokol kesehatan yang harus menjadi gaya dalam dunia pendidikan. Misalnya jumlah murid dalam ruang belajar. Jarak antara murid dalam ruang belajar. Dan hal lainnya, mungkin termasuk juga kebutuhan vitamin dan makanan tambahan bagi anak-anak kita di sekolah," ujarnya. 

"Dengan data-data yang diolah ini menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan di pemerintah provinsi Riau," kata Syahrial mengakhiri.(r24)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat