MENU TUTUP

PLN Diminta Jawab Keluhan Pelanggan dengan Transparan

Senin, 08 Juni 2020 | 06:37:37 WIB
PLN Diminta Jawab Keluhan Pelanggan dengan Transparan ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT PLN (Persero) menjawab keluhan masyarakat atas lonjakan tagihan listrik. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Kementerian BUMN sudah meminta PLN untuk segera memberikan jawaban yang transparan dan clear kepada pelanggan.

 

 

"Terkait komplain pelanggan, mereka (PLN) bisa memberikan jawaban kenapa sampai ada lonjakan. Jadi kita harapkan PLN bisa memberikan informasi yang clear dan transparan kepada pelanggan," ujar Arya kepada Republika.co.id di Jakarta, Ahad (7/6).

 

Arya menyampaikan fokus utama PLN saat ini adalah pada aspek distribusi. Ia menilai pelayanan maksimal, termasuk menjawab keluhan pelanggan merupakan prioritas bagi PLN. PLN, lanjut Arya, bisa menunjukan bukti kenaikan tagihan akibat penggunaan yang lebih besar dari biasanya kepada pelanggan lantaran adanya PSBB. 

 

"Kita berharap semua komplain pelanggan dapat disampaikan dengan clear oleh PLN.  Ini jangan dipolitisasi karena sebenarnya ukurannya sangat jelas, karena ada meteran pelanggan, jadi kalau ukurannya jelas PLN bisa jawab," ucap Arya.(rep)

 

 

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat