MENU TUTUP

OJK Minta Bank Revisi Rencana Bisnis Lebih 'Pede'

Selasa, 14 Juli 2020 | 08:55:27 WIB
OJK Minta Bank Revisi Rencana Bisnis Lebih 'Pede' ilustrasi internet

 

GENTAONLINE.COM -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan untuk menyampaikan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) lebih optimis. Revisi RBB tersebut diimbau untuk mempertimbangkan stimulus ekonomi yang diberikan otoritas tersebut maupun pemerintah.

"Kami harapkan ada informasi dari kami otoritas, yang bisa memberikan keyakinan lebih dari bank untuk membuat business plan (rencana bisnis) yang sesuai dengan berbagai stimulus disiapkan OJK dan pemerintah," terang Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Senin (13/7).

Ia mengatakan kondisi industri perbankan di tengah pandemi corona masih solid. Ini tercermin dari sejumlah indikator permodalan maupun likuiditas yang masih memadai. "Perbankan masih memiliki kapasitas memadai untuk mempercepat recovery (pemulihan)," katanya.

Dari sisi permodalan, lanjutnya, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan berada di posisi 22,16 persen pada Mei. Angka itu naik dari April lalu, yakni 22,08 persen.

Lalu, dari aspek likuiditas juga dinyatakan Wimboh masih memiliki ketahanan. Tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei sebesar 8,87 persen dari sebelumnya 8,08 persen di April.

Namun, ia tidak menampik jika terjadi perlambatan pertumbuhan kredit di tengah pandemi covid-19. Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan mandeknya aktivitas ekonomi akibat pandemi corona.

Data OJK menyebut kredit hanya tumbuh 3,05 persen pada Mei, atau turun dari April yaitu 5,73 persen. "Beberapa sektor usaha terpaksa tidak bisa menjalankan usahanya karena masyarakat masih mengalami PSBB," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengamini pernyataan Wimboh. Ia mengatakan perbankan sepakat untuk menyusun RBB lebih optimis.

Kesepakatan itu berdasarkan hasil pertemuan OJK dengan 15 bank besar, baik bank lokal maupun asing, beserta asosiasi perbankan.

"Mereka semua sepakat untuk membuat RBB lebih optimis, artinya mereka memandang bahwa intermediasi bank akan lebih baik lagi pada akhir tahun dan tahun depan," tandasnya.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar