MENU TUTUP

Hindari China, Trump Minta Apple 'Pulang Kampung'

Senin, 10 September 2018 | 23:56:54 WIB
Hindari China, Trump Minta Apple 'Pulang Kampung'

GENTAONLINE.COM-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, belum lama ini mengunggah sebuah kicauan berisi permintaan khusus kepada Apple. Pria berusia 72 tahun itu meminta produsen iPhone itu untuk meninggalkan China dan 'pulang kampung' ke Negeri Paman Sam.

"Harga Apple mungkin akan naik karena biaya bea tinggi yang tinggi terhadap China, tapi tidak ada solusi yang mudah untuk membuat pajak menjadi nol, termasuk juga soal insentif," tulisnya. "Buat produkmu di Amerika Serikat ketimbang China. Mulai bangun fasilitas baru sekarang. Menarik!," tulisnya melanjutkan.

 

Tak lupa, dalam kicauan tersebut, ia menyertakan tagar #MAGA. Itu merupakan singkata dari "Make America Great Again", slogan yang melekat terhadap dirinya mulai dari kampanye pemilihan presiden hingga saat ini.


Ya, Apple memang jadi salah satu perusahaan yang terkena dampak paling besar dari perang dagang antara AS dengan China. Hal tersebut bukan hanya karena mereka memproduksi banyak perangkatnya di sana.

Perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino, California, Amerika Serikat juga menjual banyak gadget buatannya di Negeri Tirai Bambu, dengan iPhone tentu menjadi salah satunya. Hal ini membuatnya jadi sasaran empuk bagi China dalam melancarkan serangan balik terhadap kebijakan Trump.

"Beban tarif yang diusulkan akan lebih banyak merugikan Amerika Serikat ketimbang China," ujar Apple, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Senin (10/9/2018).

Selain itu, perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut juga berpendapat bahwa kebijakan ini sejalan dengan tujuan pemerintah. Malahan, mereka sulit melihat bagaimana program tersebut mampu membantu mencapai target pemerintah.
 

 

Sampai saat ini, harga iPhone memang belum terkena dampak dari tarif yang dicanangkan oleh Trump. Walau begitu, ponsel menjadi salah satu aspek yang termasuk di dalam paket kebijakan tarif presiden AS ke 45 itu.

Bukan cuma smartphone, perangkat Apple lain seperti Apple Watch, AirPod, HomePod, serta produk anak perusahannya seperti Beats, juga diprediksi akan menghadapi hal yang sama. Malahan, tidak menutup kemungkinan jika perangkat sejenis buatan vendor lain turut mengalami hal serupa.

Sektor teknologi pun disebut sebagai salah satu yang menerima dampak paling buruk dari kebijakan tarif ini. Hal tersebut disebabkan partisi yang dibutuhkan untuk membuat perangkat masih ada yang berasal dari luar negeri, dan biaya impornya akan menjadi sangat mahal. (dtk)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan