MENU TUTUP

Jokowi: Subsidi Gaji Pekerja Cair 2-3 Pekan Ini

Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:37:57 WIB
Jokowi: Subsidi Gaji Pekerja Cair 2-3 Pekan Ini

GENTAONLINE.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pencairan subsidi upah bagi pekerja bergaji kurang dari Rp 5 juta per bulan bisa cair dalam 2-3 pekan ke depan. Presiden menjelaskan, kebijakan ini menambah deret bantuan sosial yang sebelumnya sudah dikeluarkan pemerintah demi membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi Covid-19.

"Bantuan modal kerja darurat sebesar Rp 2,4 juta. Akan diberikan kepada 13 juta pekerja, ini di luar 10 juta yang Kartu Prakerja. Kartu prakerja itu untuk yang di-PHK, kalau ini untuk yang masih bekerja. Tapi yang ikut dalam BPJS TK. Insya Allah dalam seminggu dua minggu ini sudah akan keluar," jelas Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Sesuai dengan penjelasan Kementerian Ketenagakerjaan, bantuan akan diberikan sebesar Rp 600 ribu selama empat bulan. Sasarannya adalah pekerja di seluruh sektor industri yang namanya terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan diberikan kepada sekitar 15 juta pekerja dengan gaji kurang dari Rp 5 juta per bulan.

Presiden menyebutkan, sebelum kebijakan untuk pemberian bantuan bagi pekerja dan buruh ini dibuat, bantuan sosial lainnya sudah banyak diberikan. Di antaranya adalah bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai, subsidi dan penggratisan listrik untuk golongan tertentu, sampai stimulus ekonomi untuk usaha kecil yang diberikan lewat perbankan.

Seluruh bantuan ini diberikan, ujar Jokowi, untuk mendorong daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Diharapkan, penyaluran bantuan ini mampu meningkatkan konsumsi yang selama kuartal kedua 2020 ini mengalami kontraksi.

"Diharapkan ada daya beli di sana, konsumsi domestik kita juga akan naik. Sehingga kita harapkan pertumbuhan ekonomi secara nasional ini akan tumbuh lebih baik dari kuartal yang kemarin," jelas presiden.

Konsumsi rumah tangga memang menjadi salah satu jurus ampuh untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti diketahui, Indonesia berada di tepi jurang resesi setelah pada kuartal kedua ini PDB nasional kontraksi ke angka -5,32 persen. Bila pada kuartal ketiga kinerja ekonomi kembali minus, maka Indonesia akan menyusul negara-negara lain di dunia yang lebih dulu mengalami resesi.

"Ini hati-hati. Tadi di Jawa Barat juga di kuartal II sudah berada di posisi minus 5,9. Ini hati-hati, tetapi saya optimiis di kuartal III kita akan lebih baik dari kuartal yang II, dan kita harapkan kita ingin tumbuh positif. Tapi memang ini perlu kerja keras," jelas Jokowi. (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran