MENU TUTUP

Demokrat soal Cuit Paha Dianggap Pelecehan: Perlu Pembuktian

Senin, 07 September 2020 | 11:54:33 WIB
Demokrat soal Cuit Paha Dianggap Pelecehan: Perlu Pembuktian

GENTAONLINE.COM -- Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan akan mendalami konteks kicauan salah satu kadernya, Cipta Panca Laksana, soal 'paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget'. Pihaknya tak akan serta merta menafsirkan cuitan tersebut memiliki unsur pelecehan seksual seperti yang diutarakan oleh bakal calon wali kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Saras atau Sara.

 

"Kami juga akan melihat konteksnya Panca Laksana dalam Tweet-nya tersebut, dan tidak serta merta menafsirkan sesuai apa yang dituduhkan Sara," kata Herman, Senin (7/9). Untuk kasus Panca, kata dia, pihaknya perlu pembuktian terlebih dulu terkait adanya unsur dugaan pelecehan seksual dalam cuitan tersebut.Herman menyatakan keluarga besar Partai Demokrat sudah terbiasa untuk saling mengingatkan para kadernya selama ini.

 

"Tetapi terkait penafsiran yang dituduhkan Sara perlu pembuktian dulu bahwa itu pelecehan," kata Herman. Terpisah, bakal calon wakil wali kota Tangsel Rahayu Saraswati masih belum membeberkan rencana melaporkan cuitan Panca tersebut. Ia hanya menyatakan akan merespon lebih lanjut terkait cuitan Panca tersebut pada hari ini.


Sebelumnya, Panca Laksana mengundang kontroversi para pengguna Twitter Indonesia setelah menulis pernyataan yang menyinggung paha salah satu calon wakil wali kota Tangsel."Hari ini akan saya keluarkan statement baru," kata Saras singkat.

 

"Paha Calon Wakil Wali Kota Tangsel itu mulus banget," cuit Panca di akun @Panca66. Cuitan Panca tersebut diduga ditujukan kepada Rahayu Saraswati. Rahayu sendiri adalah satu-satunya perempuan calon wakil wali kota Tangsel. Dia maju berpasangan dengan kader PDIP Muhammad.

 

Saras sendiri sudah mengomentari kicauan Panca tersebut di akun twitternya, @RahayuSaraswati. Dia merasa dilecehkan atas kicauan Panca tersebut. "Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut," tulis Sara.

 

Panca sendiri telah menjawab kritik yang datang kepada dirinya tersebut. Ia menyatakan pernyataannya itu biasa dan tidak menyinggung kepada siapapun. "Saya enggak ada nyebut (nama) siapa-siapa. Cuitan biasa saja, cuma dikomen pak Said Didu" kata Panca, Minggu (6/9).

 

Dirinya tidak dapat melarang pihak manapun berasumsi soal cuitan tersebut ditujukan untuk siapa. Ia pun mengaku tidak mempersoalkan jika ada pihak yang ingin mengadukan dirinya ke polisi.(cnn)

.

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar