MENU TUTUP

Riau dapat bantuan enam alat tes COVID-19

Kamis, 01 Oktober 2020 | 13:12:13 WIB
Riau dapat bantuan enam alat tes COVID-19 ilustrasi internet

GENTAONLINE.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendapat bantuan enam alat polymerase chainreaction(PCR) untuk uji sampel COVID-19 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diharapkan bisa mengantisipasi lonjakan kasus baru di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Mimi Yuliani Nazir, dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Rabu, mengatakan alat bantuan tersebut rencananya akan ditempatkan di Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Siak. Menurut dia, tim dari BNPB telah melakukan pemeriksaan kesiapan laboratorium biomolekuler di RSUD Arifin Ahmad, dan RSUD Siak dan RSUD Dumai.

Ia mengatakandengan adanya bantuan alat PCRdari BNPB tersebut pemeriksaan sampel dari uji usap tidak lagi bertumpu pada laboratorium biomolekuler di RSUD Arifin Achmad. Laboratoriumbiomolekuler akan ada di tiga daerah tersebut, sehingga pemeriksaan uji sampel akan dibagi dalam beberapa wilayah terdekat.

“Kita masih menunggu kiriman alat PCR dari pusat. Nanti yang diminta ke BNPB itu ada enam unit," ujarnya. Ia menjelaskan, dua unit alat PCR akan memperkuat laboratorium biomolekuler yang sudah ada di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

Kemudian dua unit akan ditempatkan di RSUD Siak, yang rencananya menjadi lokasi pemeriksaan sampel untuk wilayah Siak, Bengkalis, dan Pelalawan. Sedangkan, dua alat lagi ditempatkan di RSUD Dumai, yang akan mengakomodir area Dumai, Bengkalis Rupat, Bengkalis Duri, bisa juga Kepulauan Meranti.

"Agar nantinya pemeriksaan sampel tidak menumpuk dan menunggu di laboratorium biomolekuler RSUD Pekanbaru lagi," katanya.

Ia mengatakan sejumlah pemerintah daerah di Riau kini sedang dalam proses untuk mengadakan lab biomolekuler secara mandiri dari pembiayaan APBD. Namun, saat ini masih dalam proses pengadaan, dan belum ada satupun alat PCR yang sudah beroperasi.

“PCR harus ada persiapan dulu, kalau kita maunya cepat datangnya. Daerah yang punya PCR sendiri masih berproses, Inhil berproses, Dumai berproses, Pekanbaru berproses, Kampar berproses, dni Rohil kabarnya mau mengadakan, Siak berproses, tapi belum ada yang operasional,” katanya.

Lonjakan kasus baru yang melanda Riau sejak Agustus membuat laboratorium biomolekuler di RSUD Arifin Achmad kerja ekstra keras karena banyaknya sampel yang masuk, baik dari pasien maupun kontak erat pasien.

Meski manajemen RSUD sudah meningkatkan kapasitas mesin hingga bisa memeriksa 1.500 sampel per hari, namun antrean sampel yang harus diuji sudah melebihi kapasitas. Hal ini juga berkaitan dengan ketersediaan bahan dasar (reagen) untuk uji PCR yang barangnya masih harus impor.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Rabu siang jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Riau mencapai 7.271 orang, dan 3.603 sudah dinyatakan sembuh. Pasien yang masih butuh perawatan di RS rujukan ada 949 orang, sedangkan yang isolasi mandiri ada 2.568 orang.

Sementara itu, yang meninggal dunia ada 151 orang, demikianMimi Yuliani Nazir.(antr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat