MENU TUTUP
Evaluasi PSBM II Pekanbaru,

Pasien Isolasi Mandiri Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 11:10:41 WIB
Pasien Isolasi Mandiri Jadi Sorotan

GENTAONLINE.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menghadiri rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Mikro (PSBM) di Kecamatan Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai dan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2020).

Gubri didampingi Asisten I Setda Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting, Kadiskes Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Direktur Rumah Sakit Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi, Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Indra Yovi dan Kabid Kominfo Riau, Raja Hendra Saputra.

Selain itu rapat evaluasi juga dihadiri Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, seluruh camat dan kepala Puskemas se Pekanbaru. Dalam sambutannya, Gubri Syamsuar mengatakan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memecahkan masalah penanganan Covid-19  yang ada di kota Pekanbaru.

"Yang kita inginkan kasus positif di Pekanbaru ini menurun, untuk itu, persoalan persoalan yang ada di lapangan perlu disampaikan atau dievaluasi agar solusi dapat ditemukan dan persoalan bisa diatasi," kata Syamsuar.

Ia berharap dengan adanya evaluasi ini pemerintah dapat membantu Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberikan solusi dan memberikan masukan serta bermanfaat dalam rangka penurunan kasus positif Covid-19.

Yang tidak kalah pentingnya, Gubri menginstruksikan kepada seluruh kepala Puskemas agar mencatat seluruh pasien Orang tanpa Gejala (OTG) yang melakukan isolasi mandiri. Data tersebut dibutuhkan untuk melihat sudah berapa lama pasien ini melakukan isolasi mandiri. 

Sebab jika pasien ini sudah menjalani isolasi mandiri selama 14, maka secara otomatis pasien ini sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Meskipun saat hari ke-14 pasien ini menjalani isolasi madiri hasilnya swabnya masih positif.

"Jadi isolasi mandiri itu selama 14 hari, setelah itu pasien ini dinyatakan sembuh, tidak perlu diambil swabnya, kalau pun diambil swabnya dan ternyata masih positif, tapi sudah isolasi mandiri selama 14 hari, menurut menteri kesehatan dia tidak akan bisa menularkan ke orang lain," kata Gubri.

Persoalan isolasi mandiri ini menjadi catatan penting yang dibahas didalam rapat tersebut. Sebab tingginya kasus Covid-19 di Riau disebabkan karena tidak disiplinnya pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumah. (mcr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar