MENU TUTUP
Pengamat:

Kesalahan Data Pasien COVID-19 di Pekanbaru Murni Kelalaian Tak Bisa Dipidana

Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:01:52 WIB
Kesalahan Data Pasien COVID-19 di Pekanbaru Murni Kelalaian Tak Bisa Dipidana Pakar Hukum Pidana UNRI Dr Erdianto Effendi

GENTAONLINE.COM - Pengamat hukum pidana dari Universitas Riau Dr Erdianto Efendi SH MH menilai kesalahan input data pasien yang divonis positif COVID-19 beberapa hari lalu oleh tim gugus tugas COVID-19 Pekanbaru yang berbuntut pelaporan ke pihak kepolisian dinilai murni kelalaian sehingga tidak dapat dipidana.

"Dalam kasus input data pasien COVID-19 tersebut, saya kira murni kelalaian petugas semata. Kelalaian dalam pembuatan surat yang ternyata isinya diketahui di kemudian hari tidak benar, jadi tidak dapat dipidana," kata Edianto di Pekanbaru, Selasa.

Tanggapan tersebut disampaikannya terkait Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT meminta maaf kepada keluarga almarhumah W (66 ) atas kesalahan input data pasien yang divonis positif COVID-19 beberapa hari lalu sehingga berujung pada adanya pelaporan ke Polda Riau.

Disebutkan bahwa kelalaian Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Rumah Sakit Ibnu Sina terkait status positif COVID-19, yang diumumkan beberapa waktu lalu itu, padahal pasien meninggal akibat penyakit lain. Menurut dia, sudah tepat sikap Wali Kota Pekanbaru yang meminta maaf. Meski demikian permintaan maaf tidak menghapus pidana suatu perbuatan jika terbukti ada indikasi pidana.

Namun demikian, dalam kasus data pasien COVID-19, Pekanbaru dinilai murni kelalaian petugas semata dan kasus ini tidak dapat dipidana.

"Untuk disebut pemalsuan harus ada kesengajaan membuat surat palsu yaitu surat yang isinya tidak benar Wali Kota Pekanbaru minta maaf atas kesalahan input pasien COVID-19," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT mengingatkan bahwa hal ini harus jadi pelajaran berharga bagi jajaran Diskes Pekanbaru agar berhati-hati dalam bekerja sehingga insiden serupa tidak terulang.

Wali Kota memaklumi pandemi COVID-19 yang berlangsung hampir 10 bulan itu telah membuat paramedis dan petugas administrasi lelah, baik itu yang bertugas di rumah sakit atau Puskesmas. Mereka semuanya bekerja dalam tekanan waktu dan ritme, serta harus menjaga kesehatan diri dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Lewat kejadian ini, ke depan teman-teman butuh kehati-hatian lagi dalam bekerja. Walau pun saya tahu mereka lelah, mungkin mata mengantuk saat input data," kata Firdaus.(antara)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar