MENU TUTUP

Erick: Maaf Kalau Komisaris-Direksi Diganti, Jangan Marah

Rabu, 18 November 2020 | 10:26:29 WIB
Erick: Maaf Kalau Komisaris-Direksi Diganti, Jangan Marah Menteri BUMN Erick Thohir

GENTAONLINE.COM - Menteri BUMN Erick Thohir meminta maaf kepada jajaran komisaris dan direksi perusahaan pelat merah yang terpaksa dicopot dari jabatan masing-masing. Pasalnya, utak-atik manajemen BUMN dilakukan dalam rangka mendukung transformasi ke depan.

"Ya mohon maaf dari sekarang, kalau diganti komisaris, direksi, jangan marah. Apalagi kalau direksi tidak sesuai dengan KPI-nya (Key Performance Indicator)," ujar Erick dalam acara Wajah Indonesia di Metro TV, Selasa (17/11) malam.

Erick mengklaim pemilihan direksi dan komisaris BUMN sejatinya sudah dilakukan berdasarkan ketentuan. Pada direksi, Kementerian BUMN murni menunjuk dan menghentikan direksi berdasarkan indeks kinerja mereka.

Sementara untuk jajaran komisaris, penilaian dilakukan melalui tiga hal. Pertama, penilaian direksi terhadap keterlibatan komisaris. Kedua, penilaian komisaris sendiri. Ketiga, penilaian dari Kementerian BUMN.

"Maka sangat berbeda penilaian direksi kepada komisaris. Tapi semuanya kami jaga penuh karena tidak mau beri hasil yang tidak bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," ucapnya.

Di sisi lain, Erick mengatakan penentuan direksi dan komisaris sejatinya sudah sesuai juga dengan porsi yang berlaku, yaitu 30 persen perwakilan masyarakat, 30 persen dari pemerintah, dan 30 persen profesional.

Lebih lanjut, mantan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu menyatakan bakal membuka 'ruang kelas' untuk meningkatkan kapasitas dari masing-masing direksi dan komisaris BUMN. Rencananya, program ini akan dibuka pada tahun depan.

"Tahun depan jadi prioritas, kita akan buat class room, class room, kalau tahun ini kan lebih ke BUMN-nya meski kita ada core value-nya, AKHLAK," jelasnya.

Sementara dari sisi transformasi BUMN, ia mengatakan hal ini dilakukan agar para perusahaan negara memiliki peran lebih dalam rantai pasok (supply chain) pemenuhan kebutuhan nasional. Tujuannya, agar tidak semua hal ditutup oleh impor, namun bisa dipenuhi oleh para BUMN.

"Kita harus mendukung Indonesia perbaikan supply chain, jadi jangan impor daging terus, jangan impor garam terus, jangan impor gula terus, kita lihat supply chain-nya. Tapi juga lihat back to basic, perbaikan job desk dan kultur," terangnya.

Sebelumnya, utak-atik Erick terhadap jajaran direksi dan komisaris sempat memunculkan dugaan hanya demi mengakomodir para kolega presiden dan menteri saja. Hal ini tak lepas dari masuknya satu per satu relawan Jokowi dalam jajaran direksi dan komisaris.

Teranyar, Erick memberikan jabatan Komisaris Independen PT Yodya Karya (Persero) kepada Zuhairi Misrawi. Zuhairi sendiri merupakan Politikus PDI Perjuangan.

Ia juga menjadi anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebelumnya, ia juga menjadi anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar