MENU TUTUP

Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Hormati Proses Hukum di KPK

Rabu, 25 November 2020 | 14:32:26 WIB
Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Hormati Proses Hukum di KPK ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi menyerahkan proses hukum salah satu menterinya itu ke KPK.

"Tentunya kita menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK, kita menghormati," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (25/11).

Jokowi menyatakan dirinya percaya KPK bersikap profesional dalam menangani kasus dugaan korupsi. Mantan wali kota Solo ini juga mendukung KPK dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, profesional. Pemerintah konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengonfirmasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Edhy Prabowo di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini hari.

Firli menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby atau benih lobster.

"Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara Soetta saat kembali dari Honolulu [Amerika Serikat], yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin export baby lobster," kata Firli lewat pesan singkat, Rabu (25/11).

Firli menyebut Edhy sedang diperiksa di KPK saat ini. Ia pun berjanji segera menyampaikan penjelasan secara resmi seputar penangkapan politikus Gerindra tersebut.

Selain Edhy, tim penyidik KPK juga mengamankan istrinya Iis Rosita Dewi dan beberapa pihak lain. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum Edhy dalam operasi senyap tersebut.

Edhy menjadi menteri Jokowi pertama yang ditangkap KPK. Politikus Partai Gerindra diangkat sebagai menteri oleh Jokowi pada Oktober 2019. Baru setahun menjabat Edhy tersandung dugaan korupsi.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat