MENU TUTUP

Polisi Sebut Kelompok Ali Kalora Bunuh 4 Warga Desa di Sigi

Sabtu, 28 November 2020 | 11:15:33 WIB
Polisi Sebut Kelompok Ali Kalora Bunuh 4 Warga Desa di Sigi ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora diduga melakukan pembunuhan terhadap warga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11).

Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Suparnoto menjelaskan bahwa setidaknya ada empat orang yang menjadi korban pembunuhan tersebut. Mereka yang menjadi korban diduga masih memiliki hubungan keluarga.

"Ada empat itu yang meninggal, atas nama Yasa kemudian Pinu, Naka dan Pedi," kata Didik Suparnoto saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11).

Informasi awal, kata dia, kejadian itu dilaporkan oleh Ulin yang merupakan anak dari korban. Dia merupakan salah satu saksi dalam peristiwa nahas itu.

Menurut saksi, kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA kemarin. Namun laporan baru diterima aparat kepolisian sekitar pukul 13.00 WITA.

"Kami belum tahu apakah ini satu keluarga atau tidak, soalnya ini punya menantu," ujar dia.

Menurut Didik, saksi menyebutkan bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sekelompok orang. Dia dapat mengidentifikasi tiga diantara beberapa pelaku itu tercantum dalam daftar pencarian orang (DPO) MIT Poso pimpinan Ali Kalora.

Ali Kalora sendiri menjadi pimpinan MIT setelah pimpinan sebelumnya, Santoso, tewas di tangan TNI.

"Jadi setelah ditunjukkan foto-fotonya, itu ada tiga yang dikenali. Salah satunya adalah Ali Kalora," ucap dia.

Menurut Didik, hal tersebut dilakukan oleh pelaku untuk menebar ketakutan kepada warga desa di Kabupaten Sigi. Hal itu biasa dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam jaringan teroris.

Menurutnya para pelaku juga tidak mengenali korban yang mereka bunuh itu.

"Jadi mereka kadang-kadang suka melakukan aksi secara acak. Namanya teroris, jadi melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat," kata Didik.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat