MENU TUTUP

Nama Besar Abdul Somad Jadi Senjata Akhyar Lawan Mantu Jokowi

Rabu, 02 Desember 2020 | 10:14:10 WIB
Nama Besar Abdul Somad Jadi Senjata Akhyar Lawan Mantu Jokowi Ustaz Abdul Somad

GENTAONLINE.COM - Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad menyatakan dukungan kepada pasangan calon Pilkada Kota Medan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Dia juga mengajak warga Medan, khususnya umat Islam, untuk memilih paslon tersebut.

Di Pilkada Medan, Akhyar-Salman melawan menantu Presiden Jokowi Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Warjio menilai manuver Abdul Somad bisa mendongkrak elektabilitas Akhyar-Salman. Tak lepas dari pengaruh Abdul Somad yang besar meski pemungutan suara pilkada hanya tinggal hitungan hari.

"Saya kira itu masih cukup berpengaruh untuk mendongkrak suara apalagi umat Islam yang mungkin selama ini belum menentukan pilihannya. Karena mungkin mereka masih bingung antara Akhyar atau Bobby," kata Warjio

"Saya kira akan mempengaruhi polarisasi dan bentuk dukungan kepada Akhyar. Saya kira itu sebuah taktik yang dilaksanakan mereka dan itu cukup berpengaruh," sambungnya.

Warjio mengatakan bahwa sosok Abdul Somad akrab di kalangan masyarakat Kota Medan. Terlebih, Abdul Somad juga lama berkecimpung di organisasi Alwashliyah yang membesarkan namanya.

"Kita tahu Alwashliyah salah satu organisasi yang membesarkan dia (UAS), karena dia juga berasal dari situ. Saya kira bisa mendongkrak suara Akhyar di Medan," ucapnya.

Mengenai politik identitas usai Abdul Somad menyatakan dukungan kepada salah satu paslon, Warjio mengatakan hal itu memang tidak bisa dihindarkan.

Menurutnya, politik identitas akan selalu dipakai karena menjanjikan untuk menggaet suara pemilih. Termasuk di Sumatera Utara khususnya Kota Medan yang kini menggelar pilkada.

Namun, dia tidak khawatir ada praktik politik identitas berlebihan yang berpotensi menimbulkan konflik agama di Medan.

"Kalau kita lihat dari pengalaman, Pemilu tidak bisa dipisahkan dalam konteks politik identitas. Misalnya saat Pilpres muncul dukungan terhadap Prabowo Subianto. Artinya politik identitas sangat mempengaruhi," ucapnya.

Terpisah, pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar mengatakan hal berbeda. Menurutnya masyarakat sudah menentukan pilihannya karena pemungutan suara hanya tinggal hitungan hari.

Oleh karena itu, manuver Abdul Somad tidak terlalu mempengaruhi masyarakat untuk memilih Akhyar-Salman.

"Delapan hari jelang Pilkada ini, pemilih sebenarnya sebagian besar sudah punya pilihan. Tapi yang bisa mengubah pilihan itu hanya hal-hal tertentu saja," kata Arifin.

Berbeda halnya jika ada pasangan calon yang melakukan blunder fatal menjelang pemungutan suara 9 Desember mendatang. Faktor itu bisa membuat masyarakat mengubah pilihannya.

"Misalnya kalau ada paslon yang blunder baik bicara maupun perbuatan. Kemudian ada hal hal lain yang dianggap oleh pemilih itu juga bisa dianggap menguntungkan dia. Ini berlaku di semua pilkada bukan hanya di Medan," sambungnya.

Pilkada Kota Medan jadi salah satu daerah yang disorot lantaran ada menantu Presiden Jokowi yang menjadi kontestan, yakni Bobby Nasution. Lawannya pun berat, yakni calon petahana wali kota Medan, Akhyar Nasution.

Sejauh ini, Bobby kerap dibantu tokoh-tokoh politik level nasional saat berkampanye di Medan. Sebut saja Sandiaga Uno, Deddy Mizwar, Fahri Hamzah, hingga Ganjar Pranowo.

Kubu Akhyar tak dibantu banyak tokoh nasional seperti Bobby di masa kampanye. Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, selaku pengusung Akhyar-Salman, mengaku tak khawatir.

Menurutnya, bantuan banyak tokoh nasional bukan jaminan kemenangan karena sosok paslon yang tetap dilihat oleh masyarakat. Bukan tokoh nasional yang membantu kampanye.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat