MENU TUTUP

Luthfi bin Yahya, Ulama Termasyhur yang Dihina Maaher

Jumat, 04 Desember 2020 | 11:31:08 WIB
Luthfi bin Yahya, Ulama Termasyhur yang Dihina Maaher Luthfi bin Yahya dikenal sebagai ulama yang selalu berkomitmen menjaga persatuan dalam perbedaan yang ada di masyarakat

GENTAONLINE.COM- Nama Luthfi bin Yahya menjadi sorotan publik usai Soni Eranata alias ustaz Maaher At-Thuwailibi ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Maaher diduga menghina Luthfi dalam akun sosial media pribadinya.

Luthfi bin Yahya dikenal sebagai ulama tersohor di Indonesia dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI periode 2020-2025.

Ulama yang memiliki nama lengkap Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya itu berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Dia sendiri tercatat sebagai anggota Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak 2015 silam.

Luthfi sering disebut dengan 'Habib Luthfi Pekalongan'. Pria kelahiran Pekalongan 10 November 1946 itu sampai saat ini masih berdomisili di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ia kerap menggelar dan memfokuskan acara pengajian dan acara kajian Islam di wilayah Pekalongan selama ini.

Luthfi kecil lahir dan tumbuh dari seorang keluarga Habib yang tersohor. Sang ayah, Habib Hafidz Ali al-Ghalib langsung yang memberikan pendidikan agama kepada Luthfi.

Setelah itu, Luthfi mengenyam pendidikan di beberapa pesantren di Jawa Tengah, Indramayu dan Cirebon. Ia melanjutkan studinya ke Mekah, Madinah dan negara-negara lainnya.

Nama Luthfi juga dikenal sebagai pengasuh atau Ra'is 'Am Jami'iyyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman) sampai saat jni. Ia menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pada 2005-2010.

Luthfi pun mendirikan AhliThoriqoh al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN). Satu organisasi tarekat yang disediakan untuk kelompok pelajar di kalangan mahasiswa.

Melalui berbagai majelis-majelis, Luthfi menyebarkan dan mengajarkan model keislaman yang moderat kepada para jemaahnya selama ini. Selalu berkomitmen untuk menjaga persatuan dalam perbedaan yang ada di masyarakat.

Luthfi juga pernah mengatakan bahwa bela negara adalah kewajiban bagi umat Islam. Dia menyampaikan itu saat berpidato di forum Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan, Jawa Tengah 2016 lalu.

"Wahai bangsaku, rela kah negeri kita ini terpecah belah? Jika tidak, ikuti kata-kata saya, bismillahirrahmaanirrahim, asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, radhiina billahi robba, wa bil islaami dina, wabi muhammadin nabiyya wa rasula. Kami berikrar, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib, bela negara adalah wajib!"

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI periode 2019-2025 lalu, Ryamizard Ryacudu memberikan Luthfi sebuah julukan yakni Habib NKRI.

Tak hanya dikenal di tanah air, kiprah Luthfi turut di kenal di dunia Islam Internasional. Pada April 2019 lalu, ia dinobatkan sebagai Ketua Forum Sufi Internasional secara aklamasi dalam Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan, Jawa Tengah.

Bahkan, The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordania, suatu lembaga riset independen asal Jordania turut menobatkan Luthfi sebagai 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia pada 2019 lalu. Namanya bertengger bersama dua nama lain dari Indonesia yakni Ketum PBNU Said Aqil Siradj dan Presiden Joko Widodo.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat