MENU TUTUP

Menkes Akui Pemerintah Salah Sasaran soal Testing Covid-19

Jumat, 22 Januari 2021 | 11:00:25 WIB
Menkes Akui Pemerintah Salah Sasaran soal Testing Covid-19

GENTAONLINE.COM -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui selama ini strategi testing, tracing, dan treatment atau 3T yang dijalankan pemerintah dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) salah sasaran. Menurut Budi, hal itu disebabkan testing yang dilakukan selama ini salah. Sebab, menurutnya, satu orang bisa dilakukan tes berulang kali, karena alasan bepergian.

 

Ia mencontohkan, dirinya bisa lima kali mengikuti tes PCR swab dalam seminggu hanya untuk bertemu Presiden Joko Widodo. "Kita itu enggak disiplin, cara testing-nya salah. Testing banyak, tapi kok naik terus, habis yang dites orang kayak saya. Setiap mau ke presiden dites," kata Budi dalam sebuah diskusi virtual yang ditayangkan kanal PRMN SuCi di Youtube, Rabu (20/1).

 

Menurut Budi, testing dalam masa pandemi tidak seperti itu. Seharusnya, tes digencarkan ke orang-orang yang berstatus suspek. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, selama ini orang-orang yang sering berpergian kerap melakukan tes PCR swab.

 

Hal tersebut berdampak pada kenaikan jumlah tes yang dilakukan di Indonesia, sehingga memenuhi standar tes yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). "Tapi enggak ada gunanya testingnya. Secara epidemiologi, hal-hal gitu yang harus diberesin," tuturnya.

 

Sampai dengan Kamis (21/1), total jumlah yang dites di Indonesia mencapai 5.718.753 orang. Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 8.560.220 spesimen. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, jumlah tes terkait paparan virus corona yang dilakukan Indonesia telah melampaui target WHO.

 

Diketahui, WHO menargetkan jumlah tes per minggu suatu wilayah adalah 1 banding 1.000 populasi. Dengan rasio tersebut, maka Indonesia harus menggelar 267 ribu tes setiap pekan. Berdasarkan data Satgas, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan sudah mencapai angka 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69 persen.

 

Namun demikian, jumlah kasus positif di Indonesia masih terus meningkat. Tercatat, readyviewed secara total jumlah kasus positif di Indonesia hingga Kamis kemarin sudah mencapai 951.651 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 772.790 orang dinyatakan sembuh, dan 27.203 lainnya meninggal dunia.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan