MENU TUTUP

Kritik JK Dinilai KSP Provokatif, Demokrat: Kasihan Pemerintahan Jokowi

Senin, 15 Februari 2021 | 12:35:18 WIB
Kritik JK Dinilai KSP Provokatif, Demokrat: Kasihan Pemerintahan Jokowi

GENTAONLINE.COM - Pernyataan pihak Istana melalui Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ade Irfan Pulungan, terkait kritikan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) disayangkan sejumlah pihak. Pihak KSP menyebut kritikan JK adalah upaya provokasi.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, merasa kasihan dengan Pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat Jokowi meminta dikritik oleh publik, pihak-pihak di lingkaran Istana justru cenderung 'berkuping tipis'.

"Kasihan pemerintahan Jokowi, di saat beliau ingin terus membangun kedekatan atau partisipasi publik, justru beberapa lingkaran terdekatnya sangat terkesan protektif," kata Didik Mukrianto , Senin (15/2).

"Bukan hanya protektif, tapi berpotensi menjauhkan logika publik terhadap pemaknaan demokrasi dan kebebasan sipil," imbuhnya. 

Lebih lanjut, politikus Partai Demokrat ini juga merasa prihatin dengan sikap pihak-pihak di lingkaran Istana dalam menghadapi kritik dari publik termasuk dari JK. 

"Saya prihatin, jika ada lingkaran istana yang antikritik. Dan bahkan apriori terhadap event-event demokrasi termasuk mimbar-mimbar demokrasi yang digelar oleh beberapa masyarakat Indonesia, apalagi dilakukan oleh partai politik," pungkasnya.

Ade Irfan Pulungan sebelumnya menilai mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), terkesan ingin memprovokasi keadaan setelah melontarkan pertanyaan terkait kebebasan berpendapat berujung penangkapan.

"Jadi sangat ironis sekali saya katakan, jika Pak Jusuf Kalla menyampaikan itu, dan disampaikannya dalam forum suatu partai, sepertinya dia ingin memanas-manasi atau memprovokasi keadaan untuk bisa memberikan arah kepada partai tersebut," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2).(rmol)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan