MENU TUTUP

Kudeta Partai Demokrat dan 'Perang' Terbuka SBY-Moeldoko

Jumat, 26 Februari 2021 | 10:23:47 WIB
Kudeta Partai Demokrat dan 'Perang' Terbuka SBY-Moeldoko

GENTAONLINE.COM -- Isu kudeta di tubuh Partai Demokrat kembali mencuat ke permukaan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi angkat bicara dan menyinggung peran Moeldoko. Sementara, Moeldoko mengancam akan mengambil "langkah-langkah" jika terus ditekan seperti ini.

 

SBY meyakini langkah-langkah Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu di luar pengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Secara pribadi, saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," ungkap SBY dalam video yang diterima, Rabu (24/2). "Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas, yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu," kata dia menambahkan.

 

Presiden keenam RI itu juga mengatakan nama sejumlah pejabat lain di pemerintahan seperti, Menko Polhukam Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala BIN Budi Gunawan pun diyakini tak terlibat dalam upaya kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

 

Menurut SBY, nama-nama para pejabat itu hanya dicatut tapi tidak tahu-menahu ihwal upaya kudeta AHY. "Partai Demokrat tetap percaya bahwa para pejabat tersebut memiliki integritas, betul-betul tidak tahu menahu, dan tidak masuk di akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat," ucap SBY.

 

Sehari usai pernyataan SBY itu, Moeldoko buka suara. Ia menyebut, sudah beberapa pekan terakhir tak mengikuti perkembangan di internal Partai Demokrat karena sibuk bekerja dan mengurus pernikahan putrinya. "Sehingga saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai," kata Moeldoko saat diminta tanggapan soal namanya yang disebut SBY, Kamis (25/2).

 

"Jadi janganlah menekan-nekan saya. saya diam, jangan menekan-nekan," sambung dia lagi. Mantan Panglima TNI di era Presiden keenam RI SBY itu lalu menegaskan bahwa dirinya tak ragu mengambil langkah-langkah yang diyakininya. "Saya ingin mengingatkan semuanya ya. Saya ingin mengingatkan karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini," cetus dia, tanpa menjelaskan langkah-langkah itu.

 

"Jadi saya berharap jangan menekan saya, seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini," lanjut Moeldoko. readyviewed Isu kudeta terhadap AHY telah bergulir selama beberapa pekan terakhir. Nama sejumlah kader aktif di internal hingga mantan anggota partai berlambang mercy itu pun disebut-sebut menjadi aktor upaya kudeta tersebut.

 

Tak lama usai kabar mencuat melalui konferensi pers AHY, nama Kepala Staf Presiden Moeldoko muncul dikatakan sebagai inisiator kudeta. Moeldoko ketika itu membantah tudingan dan meminta pelbagai pihak untuk tak mengait-ngaitkan isu ini dengan istana. (cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat