MENU TUTUP

Fakta-fakta Varian Baru Corona Masuk ke Indonesia

Kamis, 04 Maret 2021 | 09:40:22 WIB
Fakta-fakta Varian Baru Corona Masuk ke Indonesia

GENTAONLINE.COMPandemi Covid-19 telah melanda Indonesia selama satu tahun. Kondisi pandemi diperparah dengan kemunculan varian baru virus corona.

Ada dua jenis varian baru corona yang terdeteksi masuk ke Indonesia.  Kementerian Kesehatan telah menemukan varian baru corona B117 asal Inggris pada Januari 2021. Sementara Badan Intelijen Negara (BIN) menduga varian baru corona jenis D614G telah masuk Indonesia sejak September 2020 lalu.

Pemeriksaan sampel untuk mengetahui varian baru corona itu tidak hanya menggunakan tes PCR, tapi juga memerlukan metode Whole Genome Sequence (WGS) di laboratorium untuk mencari strain virus.

B117

Kemenkes mengumumkan dua kasus varian baru corona B117 di Indonesia pada 2 Maret 2021. Virus corona asal Inggris tersebut diketahui setelah dua pekerja migran Indonesia pulang dari Saudi Arabia pada akhir Januari lalu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan kedua pekerja migran tersebut kini sudah dinyatakan negatif Covid-19.

Kasus pertama yakni M, warga Kecamatan Lemah Abang, mendarat di Bandara Soetta pada 28 Januari 2021. Kemudian kasus kedua A yang berasal dari Kecamatan Pedes, mendarat pada 31 Januari 2021.

Keduanya diketahui positif Covid-19 ketika menjalani tes swab PCR di Bandara Soekarno Hatta. Mereka pun menjalani isolasi di Jakarta hingga hasil tes swabnya negatif.

Belakangan Fitra mendapat kabar dari Kemenkes bahwa keduanya terpapar varian baru corona asal Inggris.

"Atas dasar itu, dua tim dari Dinkes Karawang, Dinkes Provinsi Jabar, dan Balitbang Kemenkes langsung bergerak cepat, untuk sampel langsung dilaksanakan Whole Genom Sequencing di Kemenkes," ujar Fitra dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3).

Corona B117 disebut-sebut lebih cepat menyebar. Ilmuwan menyatakan varian baru itu lebih menular 30-70 persen dari virus corona Wuhan.

D614G

Deputi 7 Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menduga varian baru corona jenis D614G masuk ke Indonesia sejak September 2020 lalu. Varian jenis baru ini diduga ditemukan pertama kali di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Corona jenis D614G ini juga ditemukan pertama kali di Inggris dan disebut lebih cepat menularkan virus.

"Ada dugaan masuknya varian baru dari Covid-19 D614G yang terdeteksi awal September 2020 di Jogja dan Jawa Tengah," kata Wawan, dalam sebuah webinar belum lama ini.

Terkait dugaan tersebut, Wawan mengatakan BIN akan terus memantau perkembangan kemunculan Covid-19 jenis baru, termasuk D614G dan B117.

"Salah satu upaya antisipasi pemerintah adalah memperketat masuknya WNA (warga negara asing) ke Indonesia dan melarang penerbangan dari Inggris," kata Wawan.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat