MENU TUTUP

Syamsuar: Destinasi Wisata Riau Sudah Dibuka!

Senin, 12 April 2021 | 14:51:54 WIB
Syamsuar: Destinasi Wisata Riau Sudah Dibuka!

PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bahwa Pemprov sudah membuka destinasi wisata di Riau. Meski demikian ditegaskan, pelaksanaannya masih mengedepankan protokol kesehatan.

Hal ini diungkapkan Syamsuar saat hadiri peluncuran Aplikasi Jemari (Jendela Informasi Pariwisata Riau) dan sekaligus peluncuran agenda iven pariwisata atau Launching Calendar of Events (CoE) 2021, bertempat di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Seni Raja Ali Haji Purna MTQ, Pekanbaru, pada Minggu, 11 April 2021.

“Syukur Alhamdulillah pada malam hari ini kita bersama dapat hadir mengikuti acara kegiatan Riau Reborn dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Tentunya ini adalah merupakan terobosan dalam rangka pemulihan ekonomi,” kata Syamsuar, 11 April 2021.

Syamsuar menegaskan, dibukanya destinasi wisata khususnya di daerah, masih memprioritaskan wisatawan lokal. Sebab dalam ketentuan berlaku ada pembatasan untuk zona-zona tertentu.(bpc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar