MENU TUTUP

Jokowi Desak Negara G20 Dukung TRIPS Waiver

Sabtu, 22 Mei 2021 | 09:08:48 WIB
Jokowi Desak Negara G20 Dukung TRIPS Waiver

GENTAONLINE.COM -- Indonesia bergerak total untuk mendukung proposal Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) Waiver. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Indonesia memutuskan menjadi salah satu negara co-sponsor proposal TRIPS Waiver, yang pertama kali diajukan oleh India dan Afrika Selatan. Padahal sebelumnya Indonesia masih enggan menjadi co-sponsor, meski menyatakan dukungannya.

 

"Indonesia telah memutuskan untuk menjadi salah satu negara co-sponsor proposal TRIPS Waiver tersebut. Indonesia berharap agar negara anggota G20 lainnya dapat memberikan dukungan yang sama," ujar Jokowi dalam forum Global Health Summit yang diikuti negara anggota G20, Jumat (21/5) petang. 

 

Proposal TRIPS Waiver nantinya akan membuka peluang pengesampingan aturan perlindungan hak kekayaan intelektual atas obat-obatan, tes diagnostik, vaksin, dan teknologi lain terkait penanganan Covid-19 selama pandemi masih berlangsung atau sampai kekebalan global tercapai. Proposal ini membuat setiap negara bisa berkolaborasi dalam hal penelitian dan pengembangan (research and development) demi meningkatkan kapasitas produksi vaksin Covid-19.

 

Dalam forum G20 ini, Jokowi memang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas produksi vaksin Covid-19. Ia melihat ada ketimpangan yang jelas terjadi dalam hal distribusi vaksin, antara negara-negara kaya dengan negara berkembang dan miskin. Padahal menurutnya, tercapainya pemulihan ekonomi dunia juga sangat bergantung pada penyelesaian pandemi. 

 

"Negara anggota G20 harus memberikan dukungan bagi peningkatan produksi dan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara. Dalam kaitan inilah Indonesia mendukung adanya usulan TRIPS Waiver bagi pencegahan dan pengobatan covid19 termasuk untuk vaksin," kata Jokowi. 

 

Jokowi juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi hub-produksi vaksin Covid-19 di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan Jokowi bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki PT Bio Farma, perusahaan pelat merah dengan kemampuan produksi vaksin Covid-19 hingga 25 juta dosis per bulan. "Sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara, Indonesia siap untuk menjadi hub bagi peningkatan produksi vaksin di kawasan," ujar Presiden Jokowi. (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan