MENU TUTUP
Soal Ancaman Negara Gagal,

PPP Sentil 'Duo Pangeran' Ibas-AHY

Jumat, 09 Juli 2021 | 09:13:04 WIB
PPP Sentil 'Duo Pangeran' Ibas-AHY

GENTAONLINE.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP), Achmad Baidowi, menyentil dua orang putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang lantang mengkritik kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 beberapa hari terakhir. Ia menyayangkan pernyataan pesimisme yang disampaikan AHY dan Ibas. Menurutnya, semua pihak seharusnya membangun optimisme untuk bersama-sama menangani pandemi Covid-19.

"Kalau mereka menebarkan pesimisme, ya setidaknya orang-orang di sekitarnya bisa ikut-ikutan pesimistis. Dalam situasi seperti ini semuanya harus bersama membangun optimisme untuk sama-sama menangani Covid-19," ucap pemilik sapaan akrab Awiek

Dia mengingatkan, situasi pandemi Covid-19 terjadi secara global dan dialami oleh semua negara. Sebagai kader partai politik yang pernah berkuasa selama 10 tahun, Awiek melanjutkan, AHY dan Ibas seharusnya tahu cara mengatasi persoalan di Indonesia.    

Ia kemudian menyinggung apakah AHY dan Ibas mau ikut bersama-sama dengan negara dalam menangani pandemi Covid-19 yang terjadi sampai saat ini. "Tergantung apakah duo 'pangeran' tersebut mau ikut bersama-sama negara untuk menangani Covid-19," ucap Awiek. "Dan beliau berdua juga tahu ketika 10 tahun ada di pemerintahan, bagaimana mengatasi persoalan di Indonesia dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Bahkan, saat itu yang belum ada pandemi Covid-19," imbuhnya.

Awiek menyatakan bahwa AHY dan Ibas seharusnya berjiwa negarawan. Menurutnya, kritik yang dikeluarkan AHY dan Ibas seharusnya bersifat membangun. kalau berjiwa negarawan, ya menumbuhkan optimisme. Kritik boleh, yakni kritik yang membangun, bukan justru melemahkan dengan sikap pesimisme," tuturnya. Terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menyampaikan bahwa pernyataan Ibas soal failed nation merupakan bentuk kecintaan, kepekaan, dan kekhawatiran terhadap keselamatan nyawa masyarakat di tengah ancaman Covid.

Sebagai seorang politisi, menurutnya, Ibas hanya terus berharap dan mengingatkan pemerintah tentang bahaya Covid-19 ini. "Kita tahu semua, kalau Covid-19 tidak segera tertangani dan terkendali maka dampaknya sangat berat dan besar buat negara ini. Segenap sektor kehidupan baik ekonomi, politik, sosial dan pertahanan serta keamanan pasti terdampak. Dengan demikian akan bisa berpotensi mengganggu pengelolaan sebuah bangsa," ucap Didik.

Sebelumnya, AHY dan Ibas melayangkan sejumlah kritik terhadap cara pemerintah dalam menangani Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. AHY mempertanyakan kemampuan negara untuk menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Sementara itu, Ibas menyatakan bahwa pemerintah terlihat tidak berdaya dalam menghadapi pandemi Covid-19, terutama ketika terjadi lonjakan kasus beberapa pekan terakhir.(cnn)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar