MENU TUTUP

Butuh Modal Besar Dan Pengaruh Dominan Untuk Jadi Pengganti Megawati

Kamis, 18 Maret 2021 | 09:55:41 WIB
Butuh Modal Besar Dan Pengaruh Dominan Untuk Jadi Pengganti Megawati

GENTAONLINE.COM - Sosok pemimpin PDI Perjuangan di luar trah Soekarno rasanya mustahil untuk dilakukan selama Megawati Soekarnoputri masih aktif di dunia politik Indonesia. 

Begitu yang disampaikan pengamat politik Dedi Kurnia Syah ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/3).

“Selama Megawati masih aktif berpolitik, sulit berspekulasi jika kepemimpinan PDIP diserahkan pada bukan trah Soekarno,” ucap Dedi.

Menurutnya, jikapun ada kader di luar trah Soekarno yang bisa menggantikan Megawati dia harus memiliki modal yang besar dan pengaruh yang dominan di mata masyarakat. 

“Kecuali memang punya modal besar yakni popularitas dan pengaruh dominan,” katanya. 

“Hanya saja, kembali pada psikologi politik PDIP, apakah sudah memungkinkan jika harus dipimpin di luar trah Megawati,” tandasnya.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar