MENU TUTUP

'Jateng Mengurung Diri', Seluruh Exit Tol Ditutup Mulai 16 Juli

Rabu, 14 Juli 2021 | 09:09:42 WIB
'Jateng Mengurung Diri', Seluruh Exit Tol Ditutup Mulai 16 Juli

SEMARANG,Gentaonline.com - Seluruh exit tol di Jateng, dari arah Jakata maupun Jatim, akan ditutup mulai hari Jumat (16/7) sampai 22 Juli 2021. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada liburan Idul Adha.

"Terhitung tanggal 16 sampai 22 akan tutup di 27 pintu exit tol. Tidak hanya itu, termasuk 224 penyekatan, check point akan kita perketat kembali dalam rangka kurangi mobilitas kecuali benar-benar bekerja di esensial dan kritikal tentu dengan administrasi ketentuan yang diatur oleh edaran Mendagri No 15 tahun 2021," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Kabupaten Semarang, Selasa (13/7).

"Terkait hari libur nasional yang mungkin ada. Tapi ada dan tidak ada terhitung tanggal 16 sampai 22 akan tutup di 27 pintu keluar tol, " imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menjelaskan dengan ditutupnya exit tol tersebut maka kendaraan yang sudah terlanjur masuk dari Jakarta dan Jatim tidak bisa keluar di Jateng.

"Kami imbau untuk masyarakat agar tetap di rumah saja. Ini penting karena untuk menyelamatkan seluruh warga dari bahaya virus Corona," ujar Iqbal.

Kendaraan logistik dan medis silakan lewat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan tujuan penutupan tersebut untuk membatasi mobilitas sehingga bisa menekan penularan COVID-19. Kendaraan-kendaraan krusial masih bisa melintas seperti medis, makanan, dan lainnya.

"Mengurangi saja, karena masih ada yang (boleh) lewat. Kan untuk transportasi masih boleh lewat berkaitan dengan obat, makanan dan logistik masih boleh," kata Ganjar di kantornya Selasa (13/7/2021).

Kendaraan yang masuk dengan memenuhi beberapa syarat ketat juga masih diperbolehkan masuk, namun ia kembali menegaskan tujuan penyekatan tersebut agar warga mengurangi mobilitas.

"Harus pakai syarat itu, intinya sebenarnya kita kurangi. Sebenarnya saya tidak suka bicara ini kok menjadi restriktif sekali. Faktanya begini, peningkatan (kasus Corona) kok masih tinggi, faktanya varian kita sudah tahu delta, faktanya orang kok masih cuek gitu, padahal kalau kita tau ngurus oksigen saja sudah kayak begini," tandas Ganjar Pranowo.(dtk)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat