MENU TUTUP

Koalisi Lapor Covid-19 Desak Nadiem Tunda Sekolah Tatap Muka

Senin, 02 Agustus 2021 | 09:07:25 WIB
Koalisi Lapor Covid-19 Desak Nadiem Tunda Sekolah Tatap Muka

GENTAONLINE.COM - Koalisi warga untuk Lapor Covid-19 mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunda pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara tatap muka sampai penularan virus corona terkendali. Saat menyampaikan konferensi pers secara virtual pada Ahad (1/8), relawan Lapor Covid-19 Diah Dwi Putri mengemukakan bahwa angka positivity rate yang masih tinggi menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

 

"Dari Januari hingga Juli 2021, total laporan dari masyarakat yang melaporkan kegiatan belajar tatap muka ada 95 laporan di saat angka positivity ratemencapai 40 persen," katanya dalam siaran konferensi pers yang dipantau dari Jakarta.

 
 

Menurut laporan yang masuk, ia menjelaskan, masih ada sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran secara tatap muka pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4. Menurut Diah, laporan mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka paling banyak masuk pada Juli 2021, pada awal tahun ajaran 2021/2022. Ada 29 laporan yang masuk selama kurun itu.

"Ada laporan selama empat pekan berturut-turut dan di pekan keempat Juli laporannya paling banyak karena bertepatan dengan tahun ajaran baru yang bertepatan dengan PPKM skala 4 dan 3," katanya.

Dari total 95 laporan yang masuk, ia menjelaskan, 17 persen di antaranya melaporkan bahwa sekolah penyelenggara kegiatan belajar tatap muka telah berstatus sebagai klaster penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Selain itu, ia melanjutkan, 52 persen sekolah dilaporkan tidak menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona, seperti tidak menerapkan ketentuan menjaga jarak, tidak melakukan pemeriksaan suhu tubuh, dan tidak mewajibkan pemakaian masker dalam kegiatan di sekolah.

"Sisanya mereka lapor terkait kekhawatiran terhadap siswa yang belajar di sekolah tersebut," katanya.

Berdasarkan kondisi tersebut, ia mengatakan, Lapor Covid-19 merekomendasikan pemerintah menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka sampai penularan virus corona terkendali. "Pembelajaran dilakukan secara daring di daerah dengan tingkat penularan tinggi. Menurut WHO, positivity rate yang terkendali berada pada angka di bawah 5 persen dalam beberapa pekan," katanya.

Selain itu, Lapor Covid-19 mendorong pemerintah memperbaiki sistem penyelenggaraan pembelajaran dari jarak jauh via daring, termasuk menyiapkanpedoman pelaksanaan pembelajaran via daring yang efektif. "Upgrade (tingkatkan) kemampuan guru dalam menggunakan teknologi yang mendukung kegiatan belajar mengajar daring," kata Diah.

Menurut dia, pemerintah daerah juga mesti memantau dan mengawasi kegiatan sekolah-sekolah di wilayahnya serta mengenakan sanksi tegas pada sekolah dan aparatur yang melanggar aturan. "Bukan hanya sebatas memberikan peringatan tanpa monitoring reguler," katanya.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar