MENU TUTUP

Demokrat: Moeldoko Harusnya Tiru Gede Pasek Dirikan Parpol

Senin, 01 November 2021 | 10:07:50 WIB
Demokrat: Moeldoko Harusnya Tiru Gede Pasek Dirikan Parpol

GENTAONLINE.COM - Partai Demokrat menghargai Gede Pasek Suardika bersama loyalis Anas Urbaningrum yang mendirikan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Menurutnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko seharusnya belajar darinya untuk masuk ke kancah politik Indonesia.

 

"KSP Moeldoko mestinya belajar banyak ke Bli GPS (Gede Pasek Suardika) yang pernah berada pada naungan partai yang sama, yaitu Partai Hanura agar menempuh cara-cara yang kesatria, terhormat, dan bermartabat ketika masuk ke dunia politik," ujar Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani saat dihubungi, Sabtu (30/10).

Untuk melenggang ke dunia perpolitikan, seharusnya Moeldoko menggunakan cara-cara yang legal, seperti mendirikan atau bergabung dengan partai politik. Bukan malah mempertontonkan sikap arogansi dan melawan hukum dengan cara merebut kepemimpinan suatu partai.

"Itu gaya politik feodal yang yang kontra produktif dengan demokrasi," ucapnya.

Di samping itu, ia menghargai sikap Gede Pasek yang kini ditunjuk sebagai Ketua Umum PKN. Menurutnya, pindah partai politik adalah cara yang sah ketika memilih berjuang dan mengabdi melalui jalan politik, apalagi mendirikan partai politik baru.

 

"Kami respek dengan politisi-politisi seperti ini. Bukan mengambil jalan pintas untuk membegal parpol lain sebagai mana dilakukan KSP Moeldoko dan kaki tangannya yang memilih jalan pintas dengan cara-cara yang ilegal dan melawan hukum," kata Kamhar. 

Diketahui, setelah mengundurkan diri dari posisi sekretaris jenderal Partai Hanura, Gede Pasek Suardika dipercaya untuk memimpin Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Partai tersebut diikuti dan didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum.

"Sebenarnya begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal, ami sudah meminta GPS untuk keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat," ujar inisiator PKN, Sri Mulyono lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (30/10).

Ia menjelaskan, awalnya Pasek merasa berat untuk meninggalkan Partai Hanura karena telah memiliki jalinan yang erat dengan para kader. Namun, pihaknya melihat potensi dan pemikiran yang perlu dituangkan dalam partai politik.

"Begitu bersedia, GPS meminta ide gagasan politik kebangsaan yang diimpikan bisa dijadikan tulang punggung perjuangan, maka lahirlah Partai Kebangkitan Nusantara," ujar Sri Mulyono.(rep)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak