MENU TUTUP

Masyarakat Rohul: 'Sari Antoni itu Anggota Dewan Segudang Masalah. Sebentar Lagi Kasus Asusilanya Ka

Senin, 22 November 2021 | 15:11:03 WIB
Masyarakat Rohul: 'Sari Antoni itu Anggota Dewan Segudang Masalah. Sebentar Lagi Kasus Asusilanya Ka Masyarakat Rohul: 'Sari Antoni itu Anggota Dewan Segudang Masalah. Sebentar Lagi Kasus Asusilanya Kami Bongkar'

PASIRPANGARAIAN-- Ternyata Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa pelan tapi pasti menunjukkan keberpihakannya.

Yakni, tentang segala bentuk dosa dan kejahatan oknum anggota DPRD Provinsi Riau periode 2019-2024 dari Fraksi Partai Golkar, H Sari Antoni SH.

Oknum anggota dewan tersebut mulai dikenal semenjak menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) selama 2 periode, hingga saat ini dirinya naik tingkat menjadi anggota dewan provinsi dan kedua anak kandungnya sebagai anggota dewan di DPRD Rohul saat ini.

H Sari Antoni SH, dikenal luas sebagai figur yang misterius. Sosoknya yang kurang ramah dan kerap dijaga oleh beberapa bodigat, saat ini pelan tapi pasti mulai tercium aroma busuknya. Mulai dari dugaan kasus penipuan, penggelapan, investasi bodong, rajin bolos alias malas datang kekantor, Ijazah SMA/K Palsu dan yang terakhir adalah kasus Asusila.

Masyarakat Rohul: "Sari Antoni itu Anggota Dewan Segudang Masalah. Sebentar Lagi Kasus Asusilanya Kami Bongkar!"

Pernyataan tegas itu disampaikan oleh masyarakat inisial C. Informasi darinya, bahwa Sari Antoni diduga kuat pernah melakukan tindakan Asusila terhadap anak dibawah umur yang masih bersekolah di tingkat SMP.  Info itu sudah tak rahasia umum lagi, ketika Sari Antoni melakukan perbuatan hina tersebut, namun banyak juga masyarakat yang takut dan tutup mulut atas kejadian itu.

"Dosa dan Kejahatan Sari Antoni itu sudah tak bisa kita diamkan. Kasihan kami sama kampung halaman ini (Rohul-red). Manusia Laknat seperti dia harus segera dilawan. Infonya terbaru, diduga kuat anak korban tindakan Asusila itu sudah di Nikahi Sari Antoni. Itu artinya anggota DPRD Provinsi Riau itu telah menikahi anak dibawah umur, inisial panggilannya R. Pokoknya bersabar dulu, nanti kami ekspos secara terbuka!" ungkap Masyarakat Rohul itu, inisial C.

Ditempat yang berbeda, Muhammad Ramlan selaku masyarakat yang tinggal di Pasirpangaraian juga katakan, bahwa selain kasus Asusila. Aparat Penegak Hukum (APH) juga harus turun tangan untuk Mengungkap kebenaran penggunaan Ijazah Palsu SMA/K Sari Antoni tersebut.

"Agar info terkait Asusila dan Penggunaan Ijazah Palsu Sari Antoni itu tak menjadi Berita Hoax, kami mendesak agak pihak Kepolisian Cek dan Ricek Riwayat sekolah SMA/K Sari Antoni yang ada di Kota Medan. Apakah jejak rekam sekolah dan alumninya jelas. Lalu, siapa saja teman sekelas si Sari Antoni itu? Ayo kita bongkar!" ajak Muhammad Ramlan. 

Hingga berita ini dimuat, Masyarakat Rohul itu kembali mendesak, agar Aparat Penegak Hukum berani menghadapi Sari Antoni. Kasusnya sudah sangat banyak. Jejak rekam di Polres dan Polda Riau bisa dibuktikan. Terutama terkait Surat Resmi Laporan Pengaduan Masyarakat yang telah lama disampaikan NGO atas nama FORMAPPI Riau dan PP GAMARI. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan