MENU TUTUP

Gatot Nurmantyo Beberkan Motif Terselubung Ambang Batas Presiden di Sidang MK

Kamis, 27 Januari 2022 | 09:07:03 WIB
Gatot Nurmantyo Beberkan Motif Terselubung Ambang Batas Presiden di Sidang MK

GENTAONLINE.COM - Mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo tak berhenti mengkritisi kebijakan presidential threshold (PT) atau syarat ambang batas pencalonan Presiden. Kali ini, Gatot menuding PT termasuk bagian dari kudeta terselubung.

Gatot menyampaikan pemberlakuan PT sebesar 20 persen tergolong sangat berbahaya bagi penerapan demokrasi di Tanah Air. Ia khawatir kebijakan itu sejatinya demi menguntungkan partai politik (parpol).

Gatot menduga ada parpol yang ingin mempertahankan hegemoninya lewat PT 20 persen.  "Dari hasil analisa, renungan, kami berkesimpulan ini sangat berbahaya karena Presidential Threshold 20 persen adalah bentuk kudeta terselubung terhadap negara demokrasi menjadi partaikrasi melalui berbagai rekayasa undang-undang," kata Gatot dalam sidang yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (26/1).

Gatot mengungkapkan keresahannya terhadap praktek partaikrasi ketika parpol mendominasi urusan berbangsa dan bernegara. Ia menyinggung kondisi politik saat ini dimana parpol koalisi pendukung Pemerintahan Joko Widodo sangat kuat. Adapun kekuatan oposisi kian menyusut dengan bergabungnya Gerindra dan PAN ke dalam koalisi Pemerintah.  "Ini sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa bernegara ke depan," ujar Gatot.

Oleh karena itu, Gatot berharap para hakim MK bisa mengeluarkan putusan terbaik bagi masa depan bangsa. Gatot tetap optimis gugatan terhadap PT kali ini dapat berhasil walau telah berkali-kali gagal sebelumnya.  "Untuk itu kami mohon yang mulia dapat ambil keputusan yang seadil-adilnya berdasarkan hati nurani dan berdasarkan kebenaran dari Tuhan yang maha Esa," ucap Gatot.

MK diketahui menggelar sidang lanjutan terhadap uji materi Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan Gatot Nurmantyo dengan perkara nomor 70/PUU-XIX/2021. Gatot didampingi oleh Refly Harun dan Salman Darwi sebagai kuasa hukum.

Gatot menggugat UU Pemilu terkait pasal 222 UU 7 tahun 2017 tentang PT sebesar 20%. Dalam gugatannya, Gatot meyakini PT bertentangan dengan UUD 1945 pasal 6 ayat 2, pasal 6 A ayat 2, dan pasal 6 A ayat 5.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan