MENU TUTUP

Arya Fernandez: Jika Elektabilitas Puan Terus di Bawah Ganjar, Megawati akan Berpikir Panjang

Sabtu, 19 Februari 2022 | 09:02:25 WIB
Arya Fernandez: Jika Elektabilitas Puan Terus di Bawah Ganjar, Megawati akan Berpikir Panjang

GENTAONLINE.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak akan rela jika harus kalah pada pemilu selanjutnya dengan mengusung Puan Maharani yang memiliki elektabilitas dan akseptabilitas kurang moncer seperti Ganjar Pranowo.


Hal itu disampaikan analis politik CSIS, Arya Fernandez, dalam acara diskusi politik Indonesia Point Seri 4 bertemakan "Bedah Komunikasi Politik Puan Maharani" yang dilakukan secara hybrid, Jumat (18/2).

"Iya dia (Puan) punya partai PDIP yang bisa langsung mencalonkan, tapi Bu Mega tentu akan berpikir panjang juga, dia pasti akan berpikir strategik dan percaya betul pada survei opini publik,” kata Arya.


Menurutnya, peluang Puan menjadi calon presiden akan berat. Puan harus realistis dengan elektabilitas serta akseptabilitasnya saat ini untuk tidak terlalu ngoyo menjadi calon presiden.

"Nah jadi apalagi PDIP punya keinginan untuk mencapai hattrick, dengan kondisi elektoral seperti itu saya sih menduga mungkin dia bisa saja dicalonkan tapi potensinya untuk menang itu masih berat. Jadi yang paling realistis dilakukan sekarang itu adalah memikirkan ulang untuk menjadi capres,” ucapnya.

“Untuk menurunkan pada level cawapres itu mungkin jauh lebih realistis bagi seorang Puan,” imbuhnya.

Puan saat ini bersaing sangat berat dengan kepala daerah yang memiliki elektabilitas dan akseptabilitas tinggi di mata publik, salah satunya dengan saudaranya sendiri di PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

“Dia akan berhadapan dengan kepala kepala daerah yang grupnya itu jauh sekali, misalnya dengan Ganjar gap-nya sudah 20 persen dengan Prabowo mungkin 15 persen, Anies mungkin di atas 20 juga berat sekali, dan apa yang dilakukan Puan selama ini belum berkontribusi pada peningkatan elektabilitasnya,” tutup Arya.(rml)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak