MENU TUTUP

Hensat: Kalau Menteri Pak Jokowi Yakin Bisa Nyapres, Semestinya Mundur dari Kabinet

Kamis, 12 Mei 2022 | 09:41:09 WIB
Hensat: Kalau Menteri Pak Jokowi Yakin Bisa Nyapres, Semestinya Mundur dari Kabinet

GENTAONLINE.COM - Para pembantu Presiden Joko Widodo memang idealnya mengundurkan diri jika memang sudah fokus ingin tampil pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan begitu, mereka bisa tanpa beban dalam menyerap aspirasi rakyat dan mengenalkan program-program pembangunan yang diusung.


Namun demikian, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai bahwa hal itu akan sulit terwujud. Pasalnya, para menteri yang hendak nyalon di Pilpres 2024 justru merasa nyaman dengan jabatan yang diemban saat ini.  

“Bila menteri Pak Jokowi yakin bisa nyapres di Pilpres mestinya mundur dari kabinet. Tapi sulit terjadi, sebab enak begini ada panggung menteri, tebar pesona sekalian tugas negara,” urai pengamat politik dari Universitas Paramadina yang kerap disapa Hensat itu, lewat akun Twitter pribadi, Kamis (12/5).


“Kalau sudah tidak jadi Menteri, mungkin saat tebar pesona bisa diresein, "eh situ siapa, artis?”,” tutupnya.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar