MENU TUTUP

Nilai Tukar Petani Riau Alami Penurunan Terbesar Secara Nasional pada Juli 2022

Selasa, 02 Agustus 2022 | 11:03:11 WIB
Nilai Tukar Petani Riau Alami Penurunan Terbesar Secara Nasional pada Juli 2022

GENTAONLINE.COM - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Riau pada Juli 2022 mengalami penurunan terbesar dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, yaitu 11,43 persen.

Sedangkan NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya, yaitu 1,70 persen.

Secara nasional, NTP bulan Juli 2022 sebesar 104,25 atau turun 1,61 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen.

Dikutip dari laman Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (1/8/2022), NTP merupakan indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan NTP pada Juli 2022 sebesar 104,25 turun 1,61 persen bila dibandingkan Juni 2022, karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,58 persen.

"Indeks harga yang diterima petani turun 1,04 persen itu di antaranya karena menurunnya harga kelapa sawit, jagung, karet, dan kelapa," katanya saat konferensi pers di Jakarta.

Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 0,58 persen karena naiknya beberapa harga komoditas diantaranya bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan rokok kretek filter.

NTP pada subsektor tanaman perkebunan mengalami penurunan yang paling dalam, turun 6,63 persen pada Juli 2022. Hal itu terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 6,06 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,61 persen.

Menurut Margo, komoditas dominan yang berpengaruh terhadap indeks harga yang diterima petani itu berasal dari komoditas kelapa sawit, karet, dan kelapa

Kemudian, untuk NTP subsektor hortikultura masih naik  4,91 persen pada Juli 2022, karena indeks harga yang diterima petani naik 5,48 persen, lebih besar dari indeks harga yang harus dibayar petani 0,55 persen. Komoditas dominan yang mempengaruhi indeks yang diterima petani tersebut berasal dari komoditas bawang merah, cabai merah, dan wortel. (rmc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan