MENU TUTUP

Minggu Pertama Desember Serapan APBD Pelalawan Hanya 65,97 %, Banyak Kegiatan yang Belum Dicairkan

Senin, 04 Desember 2017 | 17:26:50 WIB
Minggu Pertama Desember Serapan APBD Pelalawan Hanya 65,97 %, Banyak Kegiatan yang Belum Dicairkan

GENTAONLINE.COM-Hingga minggu pertama bulan Desember, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan tahun 2017, tergolong masih minim.

Menurut Asisten Administrasi Bidang Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan, H Atmonadi, masih minimnya realisasi karena masih berproses.
"Realisasi sampai hari ini, sudah mencapai 65,97 persen. Masih banyak yang kita tunggu, banyak kegiatan yang belum dicairkan," terangnya Senin, 4 Desember 2017.

Diuraikannya, belanja tidak langsung (BTL) sebesar 85,34 persen. Sedangkan belanja langsung (BL) sebesar 50,47 persen. Sedangkan capaian fisik sebesar 71,55 persen.

Menurut Atmonadi, masih ada waktu yang tersisa hingga jelang akhir tahun atau batas waktu pelaksanaan anggaran untuk mengejar realisasi APBD tahun ini.
"Kita minta kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menggesa pekerjaannya, sehingga serapan bisa optimal," pungkasnya menutup. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat