MENU TUTUP

LGBT Kian Menghawatirkan, Komnas PA Riau minta Pemda Segera Terbitkan Perda

Selasa, 06 Juni 2023 | 18:42:33 WIB
LGBT Kian Menghawatirkan, Komnas PA Riau minta Pemda Segera Terbitkan Perda Ketua Komnas Perlindungan Anak Riau Benny F Gunawan didampingi Sekretatis Handry WH

GENTAONLINE.COM-Temuan petugas Satpol PP Pekanbaru saat melakukan razia penyakit masyarakat di beberapa tempat penginapan beberapa waktu lalu, membuka mata warga Pekanbaru. Tak hanya berhasil menjaring pasangan tanpa ikatan pernikahan, petugas juga menemukan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Keberadaan nyata kelompok ini juga diungkapkan Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau Benny F Gunawan SH. Dikatakannya, ada siswa dari dua sekolah tingkat SMA/SMK di Pekanbaru terindikasi LGBT. Bahkan, para siswa tersebut membuat komunitas atau grup diduga LGBT. Benny mengaku saat ini perilaku menyimpang LGBT di Pekanbaru sudah sangat meresahkan keberadaannya dan mengkhawatirkan. Apalagi, setahun belakangan ini mereka sudah semakin memberanikan diri menunjukkan keberadaan komunitas mereka di Kota Bertuah Pekanbaru.

"Sering kadang kita jumpai di acara-acara konser musik, fashion show, atau juga nongkrong di kafe-kafe," kata Benny didampingi Sekretaris Komnas Perlindungan Anak Riau Handry WH Selasa pagi (6/6) di Pekanbaru.

Benny memaparkan LBGT ini sebenarnya bisa dilihat perubahannya pada usia anak 6 atau 7 tahun. Karena pada umur tersebut bisa dilihat orientasi seksualnya karena anak sudah bisa menunjukan kekagumannya ke pada orang lain baik sesama jenis maupun beda jenis. "Peran orang tua sebagai pihak yang paling dekat dengan anak untuk bisa memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan anak tersebut, sehingga orang tua dapat memberikan peringatan dan intervensi kepada anak," terangnya.

Ia menambahkan, yang terjadi sekarang di Kota Pekanbaru saat ini, banyak anak-anak di usia 13 tahun ke atas sudah mulai menunjukkan perilaku menyimpang ini. Untuk itu ia berharap Dinas Pendidikan bisa berperan aktif ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA untuk melakukan sosialisasi atas bahaya dari perilaku menyimpang ini. "LGBT ini masih kami dalami berada di komunitas mana saja. Akan tetapi mereka banyak membuat grup WA dan grup FB untuk menjaring dan merekrut komunitas mereka sebanyak-banyaknya. Setelah itu barulah mereka membuat pertemuan di hotel atau kafe," kata Benny.

Menurut Benny, LGBT ini kebanyakan merupakan anak-anak dari keluarga yang perekonomiannya menengah ke atas. Komnas Perlindungan Anak meminta pemerintah daerah agar segera mengeluarkan peraturan daerah (perda) agar LGBT di Kota Pekanbaru agar tidak terkesan dibebaskan begitu saja.

"Kami juga meminta penyuluhan keagaamaan dari MUI dan organisasi keagamaan lainya di Kota Pekanbaru agar anak-anak dibekali ilmu pengetahuan agama sehingga mereka bisa terhindar dari hal-hal yang menyimpang," tutup Benny. (Erik)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan