MENU TUTUP

Proses Pembongkaran Makam Prada Josua: Upaya Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan

Selasa, 24 Desember 2024 | 13:29:43 WIB
Proses Pembongkaran Makam Prada Josua: Upaya Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Proses pembongkaran dilakukan pada Selasa (24/12/2024) di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian dan tim hukum keluarga korban

Pekanbaru – Makam Prada Josua Lumban Tobing, prajurit Yonif 132 Salo yang ditemukan meninggal pada 30 Juni 2024, dibongkar untuk proses autopsi ulang oleh Tim Forensik Polda Riau. Pembongkaran makam ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengungkap dugaan kekerasan yang menyebabkan kematian Josua, setelah pihak keluarga menolak hasil penyelidikan awal yang menyebutkan bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

Proses pembongkaran dilakukan pada Selasa (24/12/2024) di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian dan tim hukum keluarga korban. Turut hadir keluarga almarhum, tim forensik, dan sejumlah saksi independen untuk memastikan transparansi dalam prosedur ini.

Menurut Freddy Simanjuntak, kuasa hukum keluarga, pembongkaran ini dilakukan setelah keluarga menemukan berbagai kejanggalan pada jasad korban, seperti luka-luka yang tidak sesuai dengan kasus bunuh diri.

“Autopsi ulang ini sangat penting untuk mengungkap kebenaran. Kami ingin memastikan bahwa fakta-fakta terkait kematian Josua bisa diungkap secara ilmiah dan transparan,” ujar Freddy.

Proses autopsi dilakukan oleh Tim Forensik Polda Riau di tempat yang telah disiapkan khusus di sekitar lokasi pemakaman. Berdasarkan hasil awal autopsi sebelumnya, ditemukan indikasi kekerasan di setidaknya 10 titik tubuh korban, termasuk luka memar dan bekas jeratan yang mencurigakan.

"Kami berharap autopsi ini dapat memberikan bukti tambahan untuk memperkuat laporan kami kepada Panglima TNI, Presiden RI, dan lembaga terkait lainnya," tambah Freddy.

Pembongkaran makam ini dilakukan dengan hati-hati, dimulai dengan penggalian tanah hingga pengangkatan peti jenazah. Setelah proses forensik selesai, jenazah akan dimakamkan kembali sesuai prosedur dan tata cara keagamaan keluarga korban.

Keluarga Josua berharap hasil autopsi ulang ini dapat menjadi dasar kuat untuk pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) independen guna mengusut tuntas kasus ini. Hingga saat ini, pihak keluarga terus menunggu hasil resmi dan langkah lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kasus ini telah menjadi perhatian publik, mengingat adanya dugaan kuat bahwa kematian Prada Josua melibatkan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu. Pihak keluarga bersama kuasa hukum menegaskan akan terus memperjuangkan keadilan hingga kasus ini terungkap secara terang benderang.(lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat