MENU TUTUP

Siak Menuju Smart City, Tak Menghilangkan Etnik dan Kultur Melayu

Rabu, 25 Oktober 2017 | 21:24:33 WIB
Siak Menuju Smart City, Tak Menghilangkan Etnik dan Kultur Melayu

GENTAONLINE.COM-Ternyata untuk mewujudkan Siak Smart City tidak harus menggunakan teknologi informasi saja. Banyak cara yang bisa dilakukan Pemkab Siak untuk itu semua, salah satunya dengan tidak meninggalkan etnik dan kultur melayu Siak.


Demikian dikatakan Staf Kementrian Informasi dan Komunikasi, Samsul Arif pada saat memberikan pemaparan dalam acara bimbingan teknis Smart City Selasa, 24 Oktober 2017 di Kantor Bupati Siak
"Saya melihat usulan inovasi semua berbasis teknologi, padahal tidak harus semua menggunakan teknologi. Sungai Siak ini memiliki kekayaan alam dan sebagai jalur perdagangan yang membelah Kota. Layak untuk dikemas dalam mendukung Smart City," ujarnya.


Samsul Arif menilai sangat banyak aspek yang perlu diperhatikan agar sebuah kota bisa menjadi smart. Adapun aspek utama dari smart city adalah smart govermance, smart technology, smart infrastructure, smart healthcare, smart mobility, smart building, smart energy dan smart citizen. Aspek tersebut menuntut setiap kota di Indonesia untuk menunjukan prestasinya menjadi Smart City masa depan.

"Ciptakan inovasi bagaimana mendorong dunia kepariwisataannya Siak agar lebih maju, masuk dalam smart berendding. Kita bisa buat, iven pariwisata yang dapat menarik kunjungan wisata ke dearah ini, misalnya lomba memancing, dalam melestarikan ekosistim yang di sungai Siak," katanya lagi.


Tentunya dalam hal itu, masyarakat dilibatkan gerakan tabur benih ikan patin ke sungai Siak. Selanjutnya masyarakat dan wisatawan diberi pemahaman agar cinta terhadap lingkungan terutama daerah aliran sungai Siak. Ini bisa menjadi daya tarik para pengunjung.


"Tetapi saya sangat mengapresiasi dua usulan yang disampaikan dari peserta bimtek smart city. Banyak usulan dan saran dari peserta Bimtek yang bisa diterapkan di Siak ini untuk mewujudkan Siak Smart City. Sejarah budaya dan adat di Siak ini juga harus digali lebih dalam lagi dan disampaikan kepada para wisatawan yang datang dan bangkitkan kembali kebiasaan atau tradisi masyarakat Siak ini," tutupnya. (rls/gr)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat