Mahasiswa Rohil Kecewa, Asrama di Pekanbaru Rusak dan Terlantar di Era Bupati Bistamam
Foto: Mess mahasiswa Rohil di Jalan Markisa, Kota Pekanbaru
PEKANBARU – Kekecewaan mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali mencuat. Mess mahasiswa Rohil di Jalan Markisa, Kota Pekanbaru, yang seharusnya menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas pendidikan, kini justru tampak rusak, terlantar, bahkan nyaris hancur.
Bangunan milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir itu terlihat tidak terurus. Pagar besi bagian depan dilaporkan raib, kondisi fisik bangunan memprihatinkan, dan lingkungan sekitar dinilai kumuh. Padahal, Rohil dikenal memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tergolong besar.
Keprihatinan tersebut disampaikan Bang Wan (63), warga asal Bagansiapiapi yang berdomisili di Pekanbaru. Ia mengaku terkejut saat melintas di lokasi mess mahasiswa itu.
“Melihat kondisinya seperti ini, kami benar-benar prihatin. Bangunan asrama mahasiswa, tapi dibiarkan rusak. Pagar besinya saja sudah raib,” ujarnya sebagaimana dikutip dari goriau.com, Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, bangunan yang diperuntukkan bagi mahasiswa seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai, jika dikelola dan dirawat dengan baik, mess tersebut dapat menjadi sarana penting dalam mendukung pendidikan generasi muda Rohil.
Warga sekitar Jalan Markisa juga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja penghuni bangunan tersebut. Mereka hanya mengetahui bahwa rumah itu sejak lama difungsikan sebagai mess mahasiswa Rohil, sejak era kepemimpinan Annas Maamun sebagai Bupati Rokan Hilir.
“Setahu kami ini mess mahasiswa Pemkab Rohil. Tapi siapa yang tinggal sekarang, kami tidak tahu. Keluar masuknya juga tidak jelas,” ujar salah seorang warga.
Selain kondisi fisik bangunan, persoalan kebersihan juga menjadi sorotan. Warga mengaku kerap menegur penghuni terkait sampah, namun tidak pernah mendapat respons yang jelas.
Kondisi ini memicu kekecewaan mahasiswa asal Rohil. Mereka menilai Bupati Rokan Hilir, Bistamam, tidak menunjukkan kepedulian terhadap aset daerah yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.
“APBD Rohil besar, tapi asrama mahasiswa dibiarkan hancur seperti ini. Ini soal keberpihakan terhadap pendidikan,” ujar Yadi, salah seorang senior mahasiswa Rohil di Pekanbaru.
Ia juga menyinggung Wakil Bupati Rohil, Jhony Carles, yang sebelumnya disebut-sebut memiliki komitmen terhadap perbaikan fasilitas pendidikan. Namun hingga kini, menurut mahasiswa, belum terlihat langkah nyata.
“Katanya peduli pendidikan, tapi mess mahasiswa saja tak diurus. Ini aset daerah, bukan milik pribadi. Sangat disayangkan,” tegasnya.
Mahasiswa mendesak Pemkab Rohil segera turun tangan melakukan perbaikan, penataan ulang, serta memperjelas tata kelola dan status penghuni mess. Mereka menilai pembiaran yang berlangsung selama bertahun-tahun mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa sebagai aset sumber daya manusia masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Rohil belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Kabid Aset Pemkab Rohil, Aswin, SE, belum membuahkan hasil karena bertepatan dengan libur akhir pekan. (hr)