MENU TUTUP

Ketua Ormas Elang 3 Hambalang Provinsi Riau Kritik Program Ketahanan Pangan Polda Riau di Lahan PT Tasma Puja

Selasa, 21 Januari 2025 | 15:43:15 WIB
Ketua Ormas Elang 3 Hambalang Provinsi Riau Kritik Program Ketahanan Pangan Polda Riau di Lahan PT Tasma Puja

KAMPAR, 21 Januari 2025 – Polda Riau melaksanakan program penanaman jagung serentak di lahan PT Tasma Puja, Kabupaten Kampar, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, program tersebut menuai kritik keras dari Ketua Ormas Elang 3 Hambalang Provinsi Riau, Pebri Winaldi, yang menuding PT Tasma Puja berusaha menghindari pemeriksaan terkait legalitas lahan yang mereka kelola dan menganggap langkah tersebut berpotensi merugikan negara.

Pebri Winaldi, yang dikenal vokal dalam memperjuangkan transparansi, menyatakan keprihatinannya atas dugaan manipulasi oleh PT Tasma Puja. Ia menilai perusahaan hanya menyerahkan lahan seluas 1 hektar untuk program ketahanan pangan, sementara ribuan hektar lahan yang mereka kelola di luar Hak Guna Usaha (HGU) belum membayar pajak kepada negara, yang berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar. "Jangan pura-pura baik, PT Tasma Puja ini sebenarnya penjahat mafia yang merugikan negara dan rakyat. Potensi kerugian negara dari pajak yang belum dibayar bisa sangat besar," tegas Winaldi.

Pebri juga menantang Kapolda Riau untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap legalitas lahan tersebut, mengingat masih banyak lahan sertifikat masyarakat yang belum diganti rugi. "Saya pegang surat aslinya, masih banyak lahan sertifikat masyarakat yang belum diganti rugi. Kapolda harus cek legalitasnya dulu. Jika dibutuhkan lahan, saya siap memberikan dua kali lipat dari luas lahan ketahanan yang dimiliki PT Tasma Puja," ujar Winaldi.

Sebelumnya, pada 7 November 2024, warga yang tergabung dalam Satgas Adat Kenegerian Kampar melakukan demonstrasi di depan pintu masuk PT Tasma Puja, memprotes ketidaktransparanan perusahaan terkait HGU seluas 2.981 hektare dan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai tidak tepat sasaran. Warga juga menuntut perusahaan untuk lebih melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai program dan memberikan kesempatan kerja yang lebih besar bagi tenaga lokal. (edi)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar