MENU TUTUP

Ucapan Tak Pantas Staf Ahli Bupati Kampar ke Wartawan, Picu Kemarahan Jurnalis Riau

Jumat, 11 April 2025 | 19:58:40 WIB
Ucapan Tak Pantas Staf Ahli Bupati Kampar ke Wartawan, Picu Kemarahan Jurnalis Riau

Kampar – GentaOnline — Pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Abu Kari, Staf Ahli Bupati Kampar, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan aktivitas Galian C di Kecamatan Tambang. Mantan Camat Tambang itu justru mengeluarkan ucapan bernada ancaman yang tidak pantas.

Insiden terjadi saat beberapa wartawan menemuinya di sebuah rumah makan di Jalan Prof. M. Yamin, Kamis (10/4/2025). Menanggapi pertanyaan seputar aktivitas tambang ilegal, Abu Kari berkata:

"Sumpah lillahitak’ala saya tak ada lagi main akuari. Coba kalian cek. Kalau nanti ada (bukti), kencingi muka saya. Tapi kalau tidak ada, saya yang akan kencingi muka kalian."

Dalam versi bahasa daerah Kampar, ucapannya berbunyi: “Cubo kolien chek. Kalau ado bekok deyen main akuari, kencingi muko deyen. Tapi kalau ndak ado, deyen yang konciongi muko kolien.”

Ucapan itu langsung memicu kemarahan sejumlah wartawan. Mereka menilai pernyataan Abu Kari tidak mencerminkan etika seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), terlebih ia menyandang jabatan sebagai Staf Ahli Bupati.

Menurut Undang-Undang ASN No. 5 Tahun 2014, ASN wajib menjunjung tinggi nilai-nilai dasar seperti integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik yang baik. Salah satunya dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun saat berinteraksi dengan masyarakat dan insan pers.

LSM dan Wartawan Desak Bupati Bertindak

Menanggapi insiden ini, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kampar mendesak Bupati Ahmad Yuzar untuk mengevaluasi posisi Abu Kari.

"Kami minta kepada Bupati agar mencopot jabatan Abu Kari. Tak layak seorang pejabat publik bicara seperti itu, apalagi terhadap wartawan. Kampar ini dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah, seharusnya pejabatnya beretika dan menjaga lisan," tegas salah satu perwakilan LSM.

Sejumlah jurnalis di Riau pun menyuarakan hal serupa. Mereka menilai pernyataan Abu Kari sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan.

"Ini bukan sekadar emosi sesaat, ini sudah menyangkut martabat dan keselamatan kerja jurnalis. Kami minta permintaan maaf terbuka dan tindakan tegas dari Bupati Kampar," ujar salah satu wartawan senior di Pekanbaru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Kampar maupun pihak Pemerintah Kabupaten terkait pernyataan Abu Kari.

Redaksi | GentaOnline.com

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat