MENU TUTUP

Temuan Boraks di Pasar Ramadhan, ini Tanggapan DPP Pekanbaru

Selasa, 22 Mei 2018 | 02:16:45 WIB
Temuan Boraks di Pasar Ramadhan, ini Tanggapan DPP Pekanbaru

GENTAONLINE.COM-Tim gabungan dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), menemukan sampel makanan yang mengandung boraks, pada hari pertama Ramadhan di Pasar Takjil atau pasar Ramadhan di Pasar Sail Pekanbaru.

Demikian disampaikan Kepala DPP Pekanbaru Ingot Hutasuhut, Senin (21/5). Bahkan, dari investigasi tersebut pedagang mengaku hanya menjualkan jajanan. Makanan yang mereka jual merupakan titipan dari industri rumah tangga.
"Temuan tersebut kita temukan pada makanan berupa kerupuk nasi saat kita uji menggunakan mobil keliling pengujian BBPOM Pekanbaru," kata Ingot.

Disebutkannya, pedagang yang menjual kerupuk tersebut merupakan kerupuk titipan. "Kami sudah menarik kerupuknya dari pedagang dan mencari distributornya agar konsumen tidak menikmati makanan yang mengandung boraks," sebutnya.

Pengujian sampel makanan yang mengandung boraks sedikit lebih lama dibandingkan rhodamin B dan formalin. Bahkan, pengujian makanan yang dicurigai ini diuji satu-satu karena satu pasar ada 30 sampel makanan yang dicurigai. "Hasil temuan tersebut akan kami telusuri dari mana mereka mendapat boraks," tegas Ingot.

Penjualan boraks ada izin yang harus dikeluarkan. Karena penjual boraks ini tentunya dijual usaha-usaha tertentu seperti pupuk, karena izinnya ada di Dinas Pertanian.

Masih adanya boraks yang digunakan, menurutnya, karena pemahaman yang belum baik dari pedagang atau penjual termasuk konsumen akan bahaya boraks. Meski sosialisasi akan bahaya bahan-bahan kimia berbahaya sudah dilakukan namun masih saja ditemukan kandungan bahan berbahaya. Pedagang sering menggunakan bahan terlarang ini untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal dan menarik.

Ia menambahkan, bagi industri rumahan dan pedagang yang kedapatan telah menggunakan zat terlarang akan dibina dan diberikan pemahaman tentang bahan serta zat makanan yang boleh dan tidak dikonsumsi. Namun ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dalam membeli makanan. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan