MENU TUTUP

Wah Diduga Oknum Jenderal Polri Tidak Netral, IPW Desak Mabes Polri untuk Memecat

Kamis, 21 Juni 2018 | 14:24:20 WIB
Wah Diduga Oknum Jenderal Polri Tidak Netral, IPW Desak Mabes Polri untuk Memecat

GENTAONLINE.COM-Indonesia Police Watch (IPW) menyinggung soal keberadaan jenderal polisi yang turut hadir di kampanye salah satu pasangan calon (paslon) gubernur di Maluku. Mabes Polri didesak untuk segera mencopot perwira tinggi (pati) tersebut dari jabatannya.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut, ada seorang Pati Polri yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) aktif ikut berkampanye untuk salah satu paslon kepala daerah (kada). Keberadaannya jenderal itu dikhawatirkan adanya ketidaknetralan institusi Polri di Pilkada Serentak 2018. Terutama di Pilkada Maluku.
"IPW khawatir ketidaknetralan pejabat Polri ini akan memicu konflik besar di Maluku, mengingat daerah itu sangat rawan konflik," kata Neta dalam keterangan tertulisnya dikutip JawaPos.com, Rabu (21/6).

Menurut Neta, keluhan ketidaknetralan pejabat Polri ini juga disampaikan oleh jenderal senior dari lingkungan TNI. Jenderal itu meminta IPW untuk mendesak Polri menarik oknum tersebut dari jabatannya supaya tidak terjadi konflik di kemudian hari.

Lebih jauh Neta berpendapat, pada Pilkada Serentak 2018, sikap Polri seakan mendua. Satu sisi membentuk Satgas Nusantara untuk menciptakan pilkada aman dan damai. Di sisi lain terjadi pembiaran terhadap oknum perwiranya yang memicu ketidaknetralan dalam proses Pilkada.
"Apa yang terjadi di Maluku itu adalah pembiaran dari Polri. Hal ini sangat memprihatinkan dan jika dibiarkan akan terjadi konflik besar di daerah itu. Kekhawatiran ini juga dirasakan jajaran TNI, terutama di Maluku," ujar Neta.

Adapun bentuk keresahan yang paling disoroti masyarakat di Maluku yakni pada Senin (18/6) di Kabupaten Aru. Ketika itu seorang oknum Pati Polri berpangkat bintang satu dan berpakaian dinas memberikan pengarahan kepada seluruh personel Polres Aru, Bhayangkari, personel BKO Brimob, dan BKO Pol Air. Mereka diperintahkan untuk melaksanakan pengamanan Pilkada dengan serius dan situasi tetap harus aman, akan tetapi harus memilih calon gubernur tertentu.

Berikut petikan perintah oknum pati Polri tersebut:
Tugas kita adalah salah salah satunya, selain untuk mengamankan pilkada berjalan aman lancar damai, juga dalam rangka memenangkan MI (inisial salah satu cagub). Ada risiko, risiko akan saya tanggung. Perintah oknum jenderal itu disambut tepuk tangan oleh seluruh elemen yang  hadir.

Lebih lanjut, Neta menuturkan apa yang dilakukan Pati Polri tersebut bisa memecah belah rakyat Maluku dan memicu konflik besar.

"Untuk itu, aksi Brigjen ini harus segera dihentikan. IPW mendesak Mabes Polri segera mencopot Brigjen itu dari jabatannya. Bahkan Panwaslu dan DPR perlu mencermati situasi Maluku agar pilkada tidak berbuah konflik besar yang berkepanjangan di wilayah rawan konflik," pungkasnya. (Genta/jp)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar